MEDIAAKTUAL.COM -MAKASSAR :
Berakhir sudah pelarian Tiwandi alias Tiwa (25), pelaku pembunuhan oknum purnawiran TNI bernama Subhan (63) di Kampung Beloparang Bisappu Bantaeng Sulsel.
Penangkapan pria bertubuh kecil dan kurus itu, dilakukan Tim Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel di tempat persembunyiannya di Desa Tompobulu Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.
Kanit Resmob Polda Sulsel Kompol Benny Pornika mengatakan, Tiwa berhas diringkus setelah adanya informasi dan laporan masyarakat akan kabur ke Kalimatam melalui Pelabuhan Parepare.
“Jadi kita bergerak pada hari Rabu tanggal 16 Oktober 2024, sekitar pukul 00:20 wita. Pelaku ini adalah warga Desa Bontorannu Uluere Bantaeng. Saat penangkapan tidak melakukan perlawanan dan langsung kita bawa naik di mobil,” ungkapnya.
Sebelumnya, sebut Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Achmad Marzuki, telah meringkus pelaku lainnya bernama Asrul.
Untuk diketahui, dua pelaku melakukan penikaman terhadap Subhan, oknum pensiunan TNI, pada 2 Oktober 2024.
Pemicunya, gegara korban menegur pelaku dengan kata kasar dan ala menggertak.
Insiden penikaman tersebut, korban sempat menjalani pengobatan di RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng.
Namun, karena luka diperut sebelah kiri mengalami infeksi serius membuat nyawa Subhan tidak tertolong alias meninggal dunia.
AKP Achmad Marzuki menceritakan kronologis kejadian, bermula saat korban baru saja pulang dari Posko Pemenangan salah satu Paslon Pilkada.
Saat itu, Subhan melihat pelaku dan temannya bernoncenhan motor dan berhenti di depan rumahnya.
“Korban sempat menegur mereka dengan nada marah. korban bertanya pada TW (Tiwa) dan AC (Asrul) dengan nada menggertak ‘Woi ada (apa) ini?’, lalu AC yang posisi jongkok di belakang sepeda motor menjawab, ‘Kami singgah terima telepon, Pak’,” beber Kasat Reskrim Polres Bantaeng.
Selanjutnya, pelaku Tiwa yang duduk di atas motor spontan menjawab perkataan korban dengan posisi masih menelepon.
Tak dinyana, dengan gerak refleks tiba-tiba korban menampar pipi kiri pelaku.
“(Pelaku Tiwa) ikut menimpali pertanyaan korban dengan berkata, ‘Apa ini, kalau ada masalah jangan dulu karena sementara menelepon ka’, namun saat itu korban langsung melayangkan tamparan tangan kanannya ke arah wajah samping kiri (pelaku Tiwa),” jelas AKP Achmad Marzuki.
Lucunya, kata dia, setelah menampar pelaku, korban melangkah mundur dan memasang kuda-kuda serta tangannya dalam posisi seperti petinju.
“Nah karena cekcok dan sama-sama tidak mampu mengontrol emosinya, pelaku Tiwa pun langsung turun dari motornya dan mengambil badik yang ada di pinggang kirinya dan langsung menikam perut korban dan meregang nyawa dibrumah sakit.
Korban Subhan sendiri, diketahui sebagai ajudan Cabup Bantaeng Muh Fathul Fauzy Nurdin.(red)
JURNALIS : Agussalim Meks – AM.Dirfan Ramadhan
KORLIP : Saiful Ngemba
Langsung ke konten














