banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
POLITIK

‘Pilih Pemimpin Berdasar Logika Bukan Perasaan’

47

Massa Menyemut di Kampanye Terbatas Paslon 'JADI'

banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM – PINRANG :

Lagi, ribuan massa pendukung Pasangan Calon (Paslon) Ahmad Jaya Baramuli dan Abdillah Natsir (JADI), menyemut di Pantai Wisata Salopi, Sabtu 12 Oktober 2024 malam.

banner 468x60

Pendukung setua Paslon Nomor Urut 1 (SATU) tersebut, merupakan warga Desa Binanga Kecamatan Lembang Pinrang.

Pada momen kampanye terbatas ini,  tampak  pendukung, relawan dan simpatisan JADI, sangat antusias mengikuti dan mendengar langsung paparan program visi misi yang akan diimplementasikan jika nanti terpilih lima tahun kedepan.

“Alhamdulillah kami bersama keluarga telah sepakat menyatukan dukungan ke Paslon JADI,” ujar H. Mahmud ( 56), salah seOrang warga Lembang.

Alasannya, seluruh meluarganya akann memilih Nomor Urut 1 karena melihat paket Ahmad Jaya Baramuli dan Abdillah Natsir adalah pasangan yang paling ideal menakhodai Kabupaten Pinrang.

“Beliau ini adalah calon pemimpin yang matang dan sudah selesai dengan dirinya. Artinya, pak Jaya dan pak Abdillah ini maju di pilkada Pinrang tidak punya beban dan tidak melibatkan donatur lain,” terang H. Mahmud.

Dia yakin dan percaya, bila rakyat Pinrang memberikan mandat maka ia akan fokus melakukan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, bebas dari pengaruh atau bisikan dari pihak donatur selaku penyandang dana.

Hal senada, diungkapkan pula warga Lembang lainnya pun bahwa jika Paslon JADI diberikan kesempatan memimpin Pinrang maka akan terwujud adanya  perubahan pembangunan di segala bidang.

‘Pak Jaya ini maju mencalonkan diri jadi Bupati bukan untuk mencari kekayaan, bisa dibandingkan pemasukan beliau di perusahaan sebanyak Rp.15 miliar per bulan, ssementara gaji seorang Bupati hanya Rp.5 juta per bulan. Makanya, ini semata  ingin berbuat dan mengabdi ke masyarakat Pinrang berdasarkan amanah orang tuanya,” ungkapnya.

Dihadapan ribuan massa yang hadir, Cabup Pinrang Ahmad Jaya Baramuli membenarkan dirinya tidak pernah berpikir akan maju menjadi Bupati.

“Tidak pernah terpikirkan oleh saya maju untuk menjadi Bupati karena saya cuma ingin maju menjadi seorang anggota DPR RI. Tujuannya, agar saya dapat membantu memasukkan anggaran di Indonesia melalui beberapa teman saya selaku pengelola perbankan di luar negeri, khususnya Bank internasional di Amerika. Tetapi, sebagai manusia kita hanya bisa merencanakan namun Allah SWT juga yang menentukan saya maju menjadi calon Bupati karena amanah orang tua. Selain, pengabdian saya belum cukup dan belum full untuk masyarakat Pinrang,” beber mantan wakil Ketua DPRD Pinrang periode tahun 2018-2024 itu.

Secara khusus, Jaya Baramuli pun  kembali mengedukasi masyarakat di kecamatan untuk memilih seorang pemimpin bukan berdasar pada perasaan tapi dengan logika .

“Memilih pemimpin itu jangan berdasarkan dengan perasaan tetapi menggunakan logika,” tandasnya.

Disebutkan, kesempatan ini tidak akan datang dua kali ada tiga pasangan calon yang maju semuanya memiliki rekam jejak, silahkan dibandingkan mau pilih politisi atau mau pengusaha .

Pinrang ini sudah pernah dipimpin birokrasi, terakhir ini dipimpin oleh politisi dan belum pernah dipimpin pengusaha,

Yang perlu masyarakat paham, terang Jaya lagi, dalam berpolitik adalah keseimbangan, karena tidak ada kehidupan di masyarakat kita ini, yang tidak diatur oleh politik.

“Mau maju menjadi gubernur harus melalui partai politik, mau jadi Bupati, bahkan mau menjadi presiden juga harus melalui partai politik,” jelasnya lagi.

Jaya Baramuli mengingatkan,  jika masyarakat tidak cerdas berpolitik, maka bukan keseimbangan yang terjadi, tetapi ketimpangan yang terus-menerus akan berdampak dan dirasakan oleh masyarakat itu sendiri.

Artinya, imbuhnya lagi, belajar dari pengalaman pada pemilihan legislatif dan Pilkada lalu, Di mana Ketua DPRD nya Demokrat-bupatinya juga Demokrat dan itu dilihat dan dirasakan oleh masyarakat sendiri.

Untuk itu, di tahun politik ini bila memang masyarakat menginginkan perubahan perlu keseimbangan antara pihak eksekutif dan legislatif. “Kalau Ketua DPRD dari NasDem, maka bupatinya yang harus dipilih dari partai lain,” pungkas Jaya Baramuli.(red)

KABIRO : Muh Said

banner 970x250 banner 970x250