banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
SKANDAL

Oknum ASN Dishub ‘Bonyok’ Diamuk Massa di Bantaeng

57
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM – BANTAENG :

Belum sebulan usai terjadi kasus pembacokan seorang anak dengan ibu kandungnya di Jalan Tinumbu Lorong 148 Makassas, kini insiden berdarah kembali membuncah di Kabupaten Bantaeng Sulsel.

banner 468x60

Dua kasus yang viral dan menghebohkan jagat maya itu, sangat memiriskan hati.

Peristiwa Jalan Tinumbu, terkuak pelakunya adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), sementara yang di Bantaeng, pelaku sekaligus jadi korban, ternyata juga mengidap penyakit kelainan jiwa (Depresi).

Tragedi berdarah yang terjadi di area Pantai Marina Desa Baruga Kecamatan Pajjukukang Bantaeng, Selasa 8 Oktober 2024, melibatkan sekelompok massa dengan menganiaya seorang oknum Dinas Perhubungan Andi Anwar Arifin (52).

Kepada sejumlah media, Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Akhmad Marzuki mengungkapkan, insiden ini berawal saat Anwar melakukan razia kendaraan di kawasan Pantai Marina.

Dia mencegat dan melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang diduga melanggar.

“Dari pemeriksaan itulah Anwar menghukum salah satu pengendara bernama Ramli Sinrang (58) untuk push-up. Namun, tidak diterima dan terjadilah adu mukut. Yang menyulut emosi warga,  Anwar ini melukai dada orang tua pengendara dengan cutter,” ungkapnya.

Mirisnya, terang Kasat Reskrim, Andi Anwar Arifin ini memiliki riwayat gangguan jiwa sejak tahun 2010.

Oknum ASN itupun, katanya, pernah menjabat sebagai Kepala UPT Provinsi Dinas Perhubungan.

Namun, karena kondisinya yang tidak stabil secara mental, ia saat ini sudah dinonaktifkan dari jabatannya.

Lanjut, AKP Akhmad Marzuki menyebut, saat kejadian, pelaku memasuki area wisata Pantai Marina dan menunjukkan perilaku tidak wajar.

Bahkan, sempat menahan beberapa orang yang tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta mengambil STNK milik warga tanpa alasan yang jelas.

“Menurut saksi-saksi, pelaku menahan orang-orang yang tidak membawa STNK dan bahkan mengambil STNK. Ia juga pernah dirawat di rumah sakit karena mengalami gangguan jiwa berat,” bebernya.

Untuk diketahui, zebuah video viral berdurasi 52 detik itu, memperlihatkan seorang pria berseragam ASN berwarna putih, diamuk sekelompok orang.

Dalam video tersebut, beberapa warga tampak mencoba melerai aksi kekerasan tersebut, namun emosi massa tidak dapat ditahan.

Awalnya, Anwar yang memakai helm penutup sempat melakukan perlawanan.

Namun, tak bisa menahan pukulan kayu dan lemparan batu massa, membuatnya terkapar-lunglai tidak sadarkan diri.

Sampai berita ini tayang, Anwar dan satu korban lainnya (Nelayan) yang dadanya dicutter, sama-sama menjalani perawatan di RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng.

Tim Satreskrim Polres Bantaeng, pun masih terus melakukan penyelidikan di lapangan.(red)

KORLIP : Amir Gassing

EDITOR : Rahman S Kulle

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250