MEDIAAKTUAL.COM – BANTAENG :
Diantara sekian banyak daerah di Sulsel yang menggelar Pilkada Serentak, atmosfer pertarungan sengit mulai terasa di Kabupaten Bantaeng.
Ikwal pasal, selain dua Paslon yaitu Ilham Azikin – Kanita (IAKAN) akan bertarung ‘head to head’ menghadapi rivalitasnya Paslon Fathul Fauzi – Sahabuddin (UJISAH), juga kontestasi Pilkada ini menjadi kekuatan dahsyat dua tokoh dari keluarga besarnya di daerah berjuluk Butta Toa.
Artinya, Cabup Petahana Ilham Azikin adalah putra sulung dari Azikin Solthan (AS), Bupati Bantaeng dua periode 1998-2008 serta Fathul Fauzi merupakan putra Nurdin Abdullah (NA), mantan Bupati Bantaeng periode 2008-2018.
Pada Pilbup Bantaeng 2024 ini, Uji meminang Sahabuddin, dengan Nomor Urut SATU (1).
Sementara, Ilham Azikin menggandeng Kanita Kahfi, dengan Nomor Urut DUA (2).
Melihat fenomena ‘seksinya’ Pilkada Bantaeng 2024 ini, bukan semata karena bara pertarungan Ilhan versus Uji.
Tetapi, eskalasi mulai meninggi lantaran tarung politik ini secara indirect tak bisa dilepaskan dari bayang-bayang kedua orang tua masing-masing.
Simplikasinya, meski NA pernah terseret kasus korupsi dan merasakan pengabnya tembok Lapas Sukamiskin, namun disebagian masyarakat Bantaeng tetap gacor dan mengidolakannya.
Sebaliknya, bagi Azikin Solthan tentu menjadi ‘magnet’ tersendiri bagi masyarakat lantaran sosoknya yang familiar dan merakyat tanpa membeda-bedakan tingkat kehidupan strata sosial masyarakat.
Yang menarik dicermati, apa yang menjadi pembeda dari sosok ILHAM dan UJI ?
Menurut Dr Hasrullah, Pengamat Ilmu Komunikasi Unhas, bahwa memilih calon pemimpin mesti berdasarkan track record yang dimiliki.
“Masyarakat harus melihat keberhasilan yang diraih. Bukan memilih pemimpin yang masih harus dipandu. Saya pikir masyarakat di Bantaeng adalah pemilih cerdas,” katanya.
Amatan lain, juga diungkapkan beberapa pengamat politik dan penggiat sosial, yang mengklaim diri berdarah Bantaeng.
Dikatakan, sejauh ini Cabup UJI sama sekali belum punya prestasi, baik di level Bantaeng maupun di Sulsel.
Sedikit mulai dikenal publik, saat menjabat Bendahara Umum KNPI Prov Sulsel tahun 2019-2022.
Di panggung politik, pun masih dalam tahap pencarian identitas. Buktinya, saat mencoba peruntungan menjadi Caleg Provinsi Sulsel lewat PSI tahun 2019, impiannya tersaruk alias gagal.
Nah, untuk Cabup ILHAM, track record-nya pastilah beda.
Dengan latar belakang seorang birokrat tulen, Purna Praja dan bergelar Doktor Pemerintahan, seabrek prestasi ditorehkannya, terutama saat menakhodai roda pemerintahan Bantaeng periode 2018 – 2023.
Salah satu, ILHAM berhasil menggenjot pertumbuhan ekonomi Bantaeng sejak awal menjabat tahun 2018 di angka 8,08% menjadi 15,45% pada tahun 2023 di akhir masa jabatan.
Mantan Ketua KNPI dan AMPI Sulsel itupun, didapuk menerima Anugerah Tanda Kehormatan dari Presiden Jokowi berupa Satyalancana Wira Karya tahun 2023.
Lebih spektakuler lagi, program visi misi pembangunan yang menjadi ‘jualan’ politiknya pada lima tahun lalu, toh berhasil direalisasikan dan telah dirasakan dan dinikmati hasilnya seluruh masyarakat Bantaeng, secara adil, merata dan berkelanjutan.
Program tersebut yaitu bantuan perlengkapan pakaian seragam gratis, pemberian Asuransi Peternak dan bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM berbasis Dusun dan RT-RW.
Kini, masyarakat Bantaeng tinggal menentukan siapa ‘jagoan’ Cabup yang akan dipilih selektif dan cerdas.
Apakah kandidat yang sudah berkarya atau orang yang baru mau ‘dipandu-dituntun’ mengurus pemerintahan ?
Nah, masyarakatlah penentunya!(red)
Langsung ke konten














