banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
DAERAH

Pelatihan dan Sosialisasi Kader Posyandu se-Kelurahan Bontolebang

26
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM – TAKALAR : 

Dalam rangka menyukseskan program pemerintah guna mencegah dan menekan stunting di Wilayah Kelurahan Bontolebang Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Pelatihan dan Sosialiasai Kader Posyandu se Wilayah Kelurahan Bontelebang.

banner 468x60

Adapun,  pesertanya adalah kader-kader posyandu di wilayah Kelurahan Bontolebang dan merupakan program upaya pencegahan terhadap bayi stunting dan mengalami gizi buruk,

Acara dibuka lansung oleh Lurah  Bontolebang Ashar Haruna, S.STP.

Dalam arahannya, bahwa sosialisasi dilakukan agar kader Posyandu di wilayahnya bisa memberikan pemahaman kepada warganya, dalam upaya mencegah angka stunting.

“Saat ini, banyak ibu-ibu yang tidak menyadari balitanya mengalami gejala stunting, bukan karena tidak peduli, tapi dikarenakan kurang memahami tanda tanda balitanya mengalami stunting,” katanya.

Lurah mengatakan, pola asuh orang tua terhadap anaknya, juga perlu mendapat perhatian, terutama dalam pemenuhan gizi kepada balitanya, jangan sampai salah pola asuh, menjadikan anak salah asuh. Kadang pola asuh yang salah terhadap anak-anak kita, bisa menjadikan anak salah asuh, yang dampaknya akan dirasakan saat anak menginjak usia remaja.

Lurah Ashar  berharap, dengan adanya sosialisasi ini, kader Posyandu bisa memantau perkembangan balita di lingkungannya.

Pasalnya, pencegahan stunting, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi menjadi tanggung jawab kita semua.

Dalam sosialisasi yang digelar di Aula Kelurahan Bontolebang, dengan menghadirkan narasumber Kepala Puskesmas Galesong Utara Hj St.Hasna yang  menyatakan, bahwa sosialisasi dilakukan, agar kader Posyandu di wilayahnya bisa memberikan pemahaman kepada warganya, dalam upaya mencegah angka stunting.

Diharapkan,  agar kader Posyandu bisa membedakan, antara balita atau anak yang mengalami stunting dan gizi buruk, dimana stunting disebabkan karena balita mengalami kekurangan protein, sedangkan gizi buruk, disebabkan karena mengalami kekurangan gizi.

“Untuk mengetahui apakah balita mengalami stunting, ibu bisa melihat dengan mengukur berat badan dan tinggi badan, setelah itu ada pembagian antara berat badan dan tinggi badan, disitu nanti akan ketemu apakah balita tersebut mengalami stunting apa tidak,” papar St.Hasna.

Oleh karenanya, sosialisasi dan pelatihan terhadap kader Posyandu, sangat diperlukan, agar data Angka stunting benar benar akurat.

Apabila pola makan orang tua zaman sekarang tidak memperhatikan protein dan gizi, tapi lebih mengutamakan rasa tanpa melihat kandungan protein dan gizinya.

“Banyak orang tua lebih senang memberi makan anaknya dengan bakso, daripada dengan telur, padahal, protein yang terkandung di telur, itu sangat tinggi, pemahaman seperti ini yang harus diperhatikan,” pungkasnya.(red)

REDAKTUR : Rahman S Kulle

banner 970x250 banner 970x250