banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
POLITIK

STOP Caci Maki, Bantaeng Butuh Orang yang Paham Pemerintahan

441

Paslon IAKAN - UJISAH Akan Bertarung 'Head to Head'

banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM, BANTAENG :

Diusung enam parpol yaitu Nasdem,  PAN, PKB, Demokrat, Gerindra dan PSI, memuluskan langkah Paslon Ilham Azikin – Kanita Kahfi (IAKAN( resmi mendaftar di KPU Bantaeng, Kamis 29 Agustus 2024.

banner 468x60

Sehari sebelumnya, Rabu 28 Agustus 2024, Paslon Muh Fathul Fauzy – H. Sahabuddin (UJISAH), juga resmi mendaftar melalui usungan Partai Golkar dan PKS.

Usai masa pendaftaran, dipastikan peserta kontestasi Pilkada Bantaeng

hanya diikuti dua paslon dan akan terjadi pertarungan sengit ‘head to head’ dua keluarga besar yang cukup berpengaruh di Butta Tua yaitu ‘dinasti’ Haji Solthan dan Nurdin Abdullah.

Balon DR.Iham Azikin dengan status  Petahana akan ditantang rivalitasnya  Uji, putra Prof Nurdin Abdullah, yang pernah heboh dijagat maya gegara terseret hukum kasus korupsi.

Kini, pesta demokras lima tahunan itu mulai ditabuh.

Dua paslon, sama-sama putra terbaik daerah.

Dan tentu, rakyat berharap dari hasil suara yang disalurkan dibilik TPS pada 27 Nopember 2024 nanti, akan menghasilkan sosok pemimpin yang berkualitas, berintegritas, visioner, inovatif dan mengedepankan prioritas pembangunan kebutuhan dasar masyarakat.

Yang menarik dicermati, menghadapi tarung politik dua paslon ini, pastilah atmosfir persaingan akan semakin seru dan sengit.

Fenomena itu, sudah terlihat jelas saat dua Paslon menggelar DEKLARASI di masing-masing Posko Pemenangan, berlanjut pendaftaran di Kantor KPU Bantaeng.

Dari kubu UJISAH, massa membludak di Lapangan Seruni, dengan euforia ‘BANTAENG BANGKIT’.

Esok harinya, giliran Paslon IAKAN bikin menyala nyaris di seluruh sudut jalan, lorong maupun setapak di Kota Bantaeng.

Bisa dibayangkan, panitia hanya menyiapkam sekitar 500 undangan dari perwakilan dari beberala tokoh masyarakat.

Namun realitasnya, ribuan pendukung, relawan dan simpatisan IAKAN tak bisa dibendung karena kecintaan dan geliat Ilham Azikin selama 5 tahun memimpin Bantaeng,  sangat dirasakan dan dinikmati masyarakat, dari sektor perkotaan hingga pelosok pedesaan.

Makanya, ketika orasi Prof NA jadi ‘corong’ anaknya yang cuma tahu tepuk tangan di panggung Seruni, dengan enteng nyinyir menyentil bahwa kenapa H.Sahabuddin meninggalkan pasangannya (baca : Ilham Azikin) karena ‘Teai Ero Panra’ adalah bentuk ke-ego-an dan pepesan kosong yang notabene bernalar intelektual.

Mirisnya lagi, dengan suara serak melantang sembari jingkrak-jingkrak,  eks Napi Lapas Sukamiskin Bandung itupun menyindir bahwa saat ini pelayanan kesehatan sangat buruk termasuk infrastruktur jalan dan jembatan rusak parah dimana-mana.

Sekejap orasi NA yang sarat  umpatan dan provokatif itu viral di jagat maya (medsos).

Para relawan dan simpatisan yang ada dibawah panggung, sontak histeris berucap ‘Cocoki- GASSPOLL’.

Disisi lain, orasi NA yang dinilai asal ‘bunyi dan amatiran’ itu justeru menuai cibiran publik.

Pasalnya, ruang Deklarasi itu idealnya memaparkan program pembangunan yang akan dibuat jika nanti terpilih dan bukan mencaci-maki hasil kerja pemerintahan yang lalu.

Artinya, meski dikubu Jargon GASSPOLL keranjingan menyerang pesaingnya, namun dari Paslon IAKAN merespon santai, lebih dewasa dan bijak.

Terbukti, dalam orasi politiknya Kandidat Bupati Petahana Ilham Azikin mengatakan, Bantaeng adalah salah satu daerah yang senantiasa menjaga kedamaian.

Masyarakatnya selalu menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.

Ilham berharap nilai-nilai yang tertanam sejak dulu ini tidak rusak karena Pilkada.

“Saya berdiri di sini bersama dengan Kanita, memohon doa, agar bisa terus menjaga nilai-nilai kebudayaan yang ada di Bantaeng. Tidak boleh ada caci maki yang menghalangi niat tulus kita. Tidak boleh ada ujaran kebencian yang menghalangi niat tulus kita,” tegasnya.

IA yang juga Purna Praja IPDN-STPDN Jatinangor itupun, menyinggung tentang pemerintahan yang harus dipimpin oleh orang yang berpengalaman.

Menurutnya, mengelola pemerintahan dengan menggerakkan banyak organisasi pemerintahan yang kompleks tidak akan bisa dilakukan oleh orang yang tidak paham tentang pemerintahan. Secara khusus, mantan Ketua AMPI dan KNPI Sulsel itupun menyampaikan rasa hormat terhadap para pemimpin Bantaeng terdahulu.

Alasannya, mereka telah meletakkan nilai-nilai yang beradab di Bantaeng.

“Saya menaruh hormat kepada Prof Nurdin Abdullah. Saya juga menaruh hormat kepada Dr.Azikin Solthan, Alm.Muh Said Saggaf, Malingkai Maknun serta Darwis Wahab. ‘Mereka, semua ini telah meletakkan pemerintahan dengan nilai-nilai yang beradab di Bantaeng. Ini yang kita senantiasa mau jaga,” harap Ilham Azikin, penyandang gelar Doktor Pemerimtahan itu.(red)

JURNALIS :AM.Dirfan S

EDITOR : Rukli R OmCos

 

banner 970x250 banner 970x250