banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
SKANDAL

Lurah Cambaya Bantah Proyek Air Bersih Gagal

54
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Bertempat di Kantor Kelurahan Cambaya Ujung Tanah Makassar Sulsel merasa bersyukur karena Tahun Anggaran 2024 mendapatkan proyek Pengadaan Air Bersih atau Sumur Dalam.

banner 468x60

Hadirnya proyek tersebut, dibenarkan Lurah Cambaya Andi Rosniati.

Anggarannya, kata dia, bersumber dari aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang diperuntukkan kepada seluruh masyarakat Kelurahan Cambaya.

“Kami selaku Lurah Cambaya hanya menyediakan lahan kosong untuk dilakukan pengeboran oleh Ketua Asosiasi Pengadaan Air Bersih Kota Makassar,” sebut Lurah yang dikenal supel dan bermasyarakat itu.

Lokasi proyek itu, sebut Andi Rosniati, kebetulan dibelakang Kantor Lurah Cambaya ada kelebihan tanah.

“Itulah yang saya berikan kepada Ketua Asosiasi Pengadaan Air Bersih Kota Makassar untuk dibor yang diperuntukan kepada seluruh masyarakat Kelurahan Cambaya,” katanya.

Disebutkan, proyek ini sudah tiga kali dilakukan pengeboran dengan kedalaman 80 meter.

Kendalanya, jelas dia, kondisi tanahnya rentan longsor karena faktor alam, sehingga Ketua Asosiasi Pengadaan Air Bersih Kota Makassar Husni Mubarak mengambil langkah dengan memindahkan lokasi pengeboran di RW 1.

Kini, airnya sudah berjalan lancar. Waktu dikerja memang pengeboran tiga kali gagal.

Dan, memunculkan persepsi di masyarakat bahwa proyek ini gagal.

“Selaku Lurah Cambaya saya katakan proyek ini tidak gagal, buktinya setelah pengeboran dipindahkan ke RW 1 airnya berjalan lancar dan terus berproses,” pungkas Andi Rosniati.

Harapannya, sumur bor ini sebagai cadangan kalau persediaan air bersih di Sumur Dalam tidak mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat Kelurahan Cambaya.

“Sejak dulu kami mencantol di Masjid yang dilakukan oleh BKE. Setelah itu ada subsidi bagi masyarakat yang tidak mampu dikasilah 13 rumah. Inilah yang menjadi pemicu keributan dimasyarakat karena banyak yang mau dapat subsidi sementara anggaran terbatas,” beber Lurah.

Dipaparkan, dalam aturan yang disepakati pengurus bahwa selebihnya masyarakat yang ingin menggunakan air bersih dikenakan pungutan biaya berdasarkan hasil kesepakatan.

Realitasnya, sampai saat ini masyarakat belum pernah diadakan pungutan biaya.

“Kami dikelurahan menunggu proses penyerahan dari Ketua Asosiasi Pengadaan Air Bersih Kota Makassar, berdasarkan hasil kesepakatan,” tukasnya.

Intinya, jelas Lurah Cambaya, proyek ini tidak gagal karena pekerjaan fisiknya nampak mulai sumur bornya berjalan lancar,  pipanya ada serta semua materialnya nampak tertata apik.

Lurah pun mengaku kurang paham dan tidak tahu menahu besaran anggaran proyek pengadaan air bersih tersebut.

Pasalnya, tepis Andi Rosniati, proyek tersebut ada pengelolanya dan dikerjakan pihak ketiga.

(Andi Udin/red)

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250