banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
NASIONAL & MANCANEGARA

Kebijakan Pangan Mesti Terintegrasi Dari Hulu-Kehilir

68
banner 970x250 banner 970x250

Ket.Gambar : Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra Dr.H.Azikin Solthan, M.Si.(ist)

banner 468x60

—————————————

MEDIAKTUAL.COM – JAKARTA :

Anggota Komisi IV DPR Fraksi Gerindra Azikin Solthan mengungkapkan, bahwa dalam 17 Program Prioritas Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, Swasembada Pangan menjadi prioritas yang utama.

Menurut politisi Gerindra itu, pihaknya ingin masyarakat Indonesia bisa menikmati pangan dengan harga yang terjangkau dan dihasilkan oleh petani dalam negeri.

Hal tersebut, disampaikan Azikin menyikapi Partai Gerindra sebagai parpol pengusung Prabowo-Gibran untuk bisa Mewujudkan Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.

“Insya Allah Pemerintahan Pak Prabowo dan Mas Gibran akan menjamin ketersediaan pupuk, benih dan pestisida langsung ke Petani,” kata Azikin, Kamis (27/6/2024).

Dengan begitu, Petani akan mendapatkan kepastian sarana produksi dan mempermudah usaha taninya.

 Dirinya juga menyinggung soal program makan bergizi gratis.

“Tidak lupa program makan bergizi gratis dan dengan program ini para petani dan peternak akan mendapatkan kepastian pasar untuk menjual hasil panennya dengan harga yang menguntungkan,” ujarnya.

Ket.Gambar : Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi.(rep)

——————————————-

Ketua Bidang Pemerintahan Umum DPP Partai Gerindra itu  mengatakan, bahwa Fraksinya terus berkomitmen mengawal terwujudnya Swasembada Pangan dan kebijakan pangan yang terintegrasi dari hulu sampai hilir.

“Ini sejalan dengan manifesto perjuangan Partai Gerindra bahwa kebijakan pangan harus terintegrasi dan berpihak pada petani, sehingga akan menjadikan sektor pertanian Indonesia maju dan berdaulat pangan,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menilai program Makan Bergizi Gratis dapat menyerap produk-produk petani dan peternak.

Pasalnya, kata dia, program ini sejalan dengan upayanya dalam melakukan sinergi dari hulu ke hilir pada ekosistem pangan guna mencapai swasembada pangan. 

“Sinergi hulu dan hilir ekosistem pangan ini yg perlu kita siapkan untuk mulai dari input hingga hilirisasi. Intinya, kita semua tidak usah khawatir lagi barang produksi pertanian kita tidak terserap,” terang Arief.

Menurutnya, apabila program tersebut sudah dijalankan pada tahun ini dapat meningkatkan perekonomian pedesaan. 

“Kalau sudah dimulai dengan anggaran Rp 71 triliun tahun ini. Kalau boleh produknya tidak boleh impor. Karena ini yg akan mengembangkan ekonomi pedesaan,” tukasnya.(bs/red)

KONTRIBUTOR : Andi Aspari

REDAKTUR : Mustafa

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250