banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
PENDIDIKAN

Pendidikan Makassar Tak Lagi Bermasalah?

54
banner 970x250 banner 970x250

Walikota Pimpin Upacara Peringatan Hardiknas

banner 468x60

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Di momen Hardiknas 2024 ini, secara lugas Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menyatakan pendidikan di wilayahnya sudah jauh lebih baik dan tidak lagi bermasalah.

Hal tersebut, diungkapkannya usai memimpin upacara perimgatan Hardiknas, digelar di anjungan Pantai Losari, Kamis 2 Mei 2024.

Walikota dua periode menyebut, Pemkot Makassar menerapkan 18 Revolusi Pendidikan, termasuk program Semua Harus Sekolah dan 3 jalur PPDB untuk mendukung program tersebut.

Dipaparkan, Program 18 Revolusi Pendidikan terdiri dari berbagai inisiatif seperti pemerataan pendidikan, beasiswa prestasi dan program pencegahan putus sekolah.

“Alhamdulillah dari survei terakhir di Makassar, pendidikan bukan menjadi masalah utama sekarang. Berarti pelayanan pendidikan sudah baik. Sama dengan kesehatan,” ujarnya.

Danny mengakui pendidikan biasanya memang bermasalah. 

Tapi kini, bagi Kota Makassar, kata Danny, pendidikan bukan lagi masalah sebab Makassar telah menerapkan 18 Revolusi Pendidikan.

Dikatakan, salah satu konten Revolusi Pendidikan yang dicanangkan Pemkot Makassar ini yaitu Semua Harus Sekolah. Untuk mendukung program ini, Makassar bahkan menerapkan 3 jalur PPDB.

“Kalau PPDB itu 2 jalur, zonasi dan non zonasi. Kita 3 jalur. Ada namanya jalur solusi. Orang yang tidak dapat sekolah, selama tidak keberatan, kita yang carikan sekolah,” tandasnya.

Selain penerapan 18 Revolusi Pendidikan yang merupakan implementasi dari program Merdeka Belajar dari Kemendikbudristek, Pemkot Makassar juga memasukkan konten lokal yang menjadi bagian penting dari Merdeka Belajar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin mengatakan pihaknya menyiapkan program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). 

Program itu dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra).

“Untuk menciptakan revolusi pendidikan berupa pemerataan pendidikan untuk anak di kota Makassar, agar tidak putus sekolah,” tandasnya.

Langkah tersebut, sebut Kadis Muhyiddin,  berupa beasiswa prestasi dan tidak mampu sebanyak 2.000 dari beasiswa lorong dan 1000 dari Baznas.

 Di sisi lain, diusulkan pula puluhan ribu anak untuk mendapatkan beasiswa dari kementerian.

“Targetnya semua anak Makassar wajib sekolah dan anak yang putus sekolah akan dikembalikan untuk sekolah,” harapnya.(red)

JURNALIS : Mansyur

WAPEMRED : Ahmadi Haruna

banner 970x250 banner 970x250