Ket.Gambar : Satu keluarga menyelamatkan diri keatap rumahnya yang diterjang banjir bandang.(ist)
————————————————–
MEDIAKTUAL.COM – WAJO :
Intensitas hujan yang sangat tinggi, mengakibatkan delapan kecamatan Kabupaten Wajo dikepung banjir.
Dua kecamatan dengan dampak terparah yakni Kecamatan Pitumpanua dan Kecamatan Keera.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo Syamsul Bahri mengatakan, ada beberapa sungai bahkan bendungan meluap, membuat sejumlah pemukiman penduduk terendam air.
“Dampak banjir ini, merusak puluhan rumah warga, sarana pendidikan, fasilitas umum serta areal persawahan dan kebun,” ungkapnya.
Paling berdampak, sebut Syamsul, berada di Kecamatan Pitumpanua dan Keera dan sebagian wilayah pesisir Kecamatan Tempe dan Tanasitolo, Belawa, Pammana serta Sabbangparu.

“Banjir bandang terjadi karena sungai tidak mampu menampung debit air, dan sampai saat ini masih terjadi hujan. Terparah di Desa Awo, Awota dan Jauh Pandang,” katanya.
Kini, pasca banjir yang mulai surut, Pemkab Wajo menyalurkan sejumlah bantuan yang paling dibutuhkan, seperti air bersih, selimut, tikar, termasuk membangun posko pengungsian.
Lokasi banjir bandang ini, meliputi Kecamatan Penrang, Sajoanging, Takkalalla, Majauleng, Tanasitolo, Belawa, Keera dan Pitumpanua.
Penyebab banjir, selain hujan, air dari hulu (Sidrap-Luwu)masuk ke sungai yang melintas wilayah Keera dan Pitumpanua kemudian menuju ke laut Teluk Bone.(red)
JURNALIS : Andi Burhanuddin
REDAKTUR : Mustafa
Langsung ke konten














