Pj.Gubernur Hadiri 161 Tahun Hari Jadi Jeneponto
MEDIAKTUAL.COM – JENEPONTO :
“Kalau Jeneponto mau maju 20 hingga 60 tahun kedepan maka yang dibenahi dari hulu sampai kehilir”.
Demikian, ditegaskan Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, saat menghadiri peringatan Hari Jadi Jeneponto (HJJ) ke-161 tahun 2024, berlangsung di Lapangan Parang Passamaturukang Bontosunggu, Rabu 1 Mei 2024.
Sebelumnya, Pj.Bupati Jeneponto Junaedi Bakri mengatakan, masyarakat harus lebih nyenyak tidurnya ketimbang pemerintah.
“Karena kapan pemerintah lebih nyenyak tidurnya ketimbang masyarakat maka itu artinya pemerintah tidak memperhatikan kemakmuran, ketenangan dan keamanan rakyat, akan tetapi pemerintah harus mewanti-wanti bahaya akan terjadi setiap saat, ” ujarnya.
Dikatakan, program Pemprov Sulsel harus didukung maksimal seperti penanaman pohon pelindung yang bisa memberi nilai tambah terhadap peningkatan hidup masyatakat.
Selain itu, melalui penanaman beragam jenis program untuk membantuJeneponto kedepan tidak akan mengalami krisis air.
“Untuk program stunting, Alhamdulillah, dari 39 persen kini turun menjadi 30 persen berkat dukungan jajaran desa camat ,dinas Kesehatan serta masyarakat setempat,” beber Junaedi.

Lanjut, Pj.Gubernur Bahtiar Baharuddin, pada momen HJJ ini sangat menaruh harapan kepada Pj Bupati Jeneponto Junaedi Bakri, SH.,S.Sos agar membangun Aliansi kepada semua pihak demi kemajuan Kabupaten Jeneponto ke depan.
Asumsinya, membangun Aliansi terutama Kepada beberapa Kabupaten/kota di Sulawesi Selatan terkhusus Kabupaten Bantaeng, Bukulumba dan Sinjai sebagai blok Lompobattang dalam peningkatan perekonomian masyarkat, baik itu hasil pertanian maupun hasil laut.
“Karena membangun aliansi dalam rangka kerjasama pemasaran hasil bumi dan laut memudahkan kita untuk meningkatkan perekonomian masyarakat” harapnya.
Bahtiar pun menyinggung sejarah singkat perjalanan berdirinya Kabupaten Jeneponto yang dikenal dengan Butta Turatea.
Dikatakan, sebelum daerah ini menjadi kabupaten tahun 1863 Jeneponto pernah menjadi sentra perdagang yang ramai karena dulu punya pelabuhan besar sebagai sentra perdangangan di wilayah selatam Sulawesi Selatan.

“Makanya, kawasan industri di seputar Pelabuhan Jeneponto, Bantaeng Bulukumba dan Sinjai terintegritas hasil bumi Lompobbattang. Nah, sinergi dan kolaborasi antar daerah ini harus diberdayakan,” pinta Pj. Gubernur berdarah Bone dan Wajo itu.
Secara tegas, Bahtiar Baharuddin pun meminta Pj.Bupati Jeneponto untuk betani mekakukan mutasi bagi aparat yang tidak mampu bekerja untuk membangun Jeneponto.
Dibm sela-sela peringatan HJJ tersebut, dilakukan pendatanganan kerjasama (MoU) antara Pemkab Jeneponto dengan Pemkot Makassar, Pemkab Takalar dan Pemkab Gowa, terkait peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi daerah.
Khusus kerjasama Kota Makassar, Pemkab Jeneponto mengadopsi pengelolaan bank sampah lorong wisata, pemberdayaan gudang komoditi hasil pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan.
Juga, PJ Gbernur Sulsel menyerahan berbagai macam bantuan, antara lain KTP elektrik pemilih pemula, penyerahan bantuan beras reguler, bantuan rumah ikan serta bibitnya, bantuan benih bawang merah, bibit timun dan bibit semangka, bantuan 2 unit motor pengangkut sampah melalui Bank Sulselbar, bantuan UMKM dan beberapa bantuan lainnya.
Turut hadir, beberapa Kepala daerah tetangga, para pejabat teras Pemprov Sulsel, unsur Forkopimda, anggota dewan, pimpinan OPD, Camat, pemuka agama, tokoh masyarakat/pemuda, para lurah dan kades serta undangan lainnya.(red)
JURNALIS : AM.Syahrir Tahir, SHi
EDITOR : Tajuddin Ngawing
Langsung ke konten














