MEDIAKTUAL.COM – JENEPONTO :
Ajal, rezeki dan jodoh manusia adalah sebuah takdir dan menjadi rahasia Allah SWT.
Tak heran, begitu ada tragedi kematian secara tiba-tiba bahkan diluar nalar kita, yah ikhlaskan saja menerimanya.
Fenomena tersebut, setidaknya dirasakan kekuarga Risal bin Sakeh (23), korbam gantung diri di sebuah pepohonan area kebun, yang tidak jauh dari rumah orang tuanya, Jumat 12 April 2024.
Korban sendiri, berdomisili di Dusun Bulo-buloe Desa Borongloe Kecamatan Pa’Jukukang Kabupaten Bantaeng.
Namun, ajal yang menjeputnya berakhir di kampung orangtuanya yang berada di Dusun Bontorannu, Desa Kassi Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan.
Kematian kirban dengan cara mengambil jalan pintas (gantung diri), sangat menyayat hati dan menggegerkan warga Bontorannu.
Kapolsek Kelara Iptu Sudirman menceritakan, korban sempat mengunjungi kediaman orang tuanya untuk bersilaturahmi dan menginap beberapa hari.

Namun, pada Jumat kemarin, sekitat pukul 08.05 Wita, korban ditemukan tewas oleh saksi saat pulang dari kebunnya.
“Daeng Napi melihat dari kejauhan ada baju yang tergantung di kebun Karim, lalu kemudian mendekat dan melihat ternyata ada seorang pria yang tergantung di pohon Bunga,” ungkapnya.
“Ica’ joka rungngang nagentung kalenna rikokonna Karim” (Ada Ica yang gantung diri dikebun Karim),” terang Kapolsek.
Panik melihat tubuh tergantung, akhirnyabwarga sekitar ramai-ramai memotong tali dan menurunkan tubuh korban dari pohon dengan kondisi sudah tak bernyawa lagi, ucap Iptu Sudirman.
Saat itu, katanya, jasad korban dibopong kerumah orang tuanya selanjutnya dimakamkan.
Tak kama kemudian, petugas polisi bersama tim dokter Rumah Sakit Pratama Rumbia datang dan meminta agar korban di visum untuk memastikan kematiannya.
Namun, permintaan itu ditolak keluarga maupun kerabat korban dengan alasan sudah ikhlas menerima kepergiannya.
Sebelum gantungbdiri, jelas Kapolsek Sudirman m, korban sempat berobat di Rumah Sakit Kabupaten Bantaeng selama setahun.
Korban, diduga depresi sejak orang tuanya meninggal dunia tahun lalu.
“Jadi informasi pernah berobat dokter ada kelainan jiwa namun dia bukan di rumah sakit jiwa, seperti itu. Di rumah sakit Bantaeng berobat. Selalu dia (korban) dihantui kaya ada bayang-bayangan orang tuanya sehingga dia depresi dan sepintas seperti itu,” pungkasnya.
Hasil visum luar dokter dari Rumah Sakit Pratama, tampak tubuh korban mengalami luka memar pada leher akibat lilitan tali.(r/red)
KONTRIBUTOR : Baso Toto
EDITOR : Tajuddin Ngawing
Langsung ke konten














