MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :
Diakhir masa jabatannya Mei 2024, Rektor UNM Makassar terciderai namanya, ikwal dugaan kasus Pengutan Liar (Pungli) rekrutmen CPNS.
Ironisnya, skandal berbau ‘sogokan’ itu heboh ditengah situasi kontroversi suksesi Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM serta pada momen Prof Husain Syam gencar menyosialisasikan diri maju pada Pilgub Sulbar Nopember 2024 mendatang.
Kini, kasus yang menjerat pria berdarah Mandar itu dalam tahap penyelidikan Polda Sulsel.
“Iya benar, penyidik telah dilakukan pemeriksaan . Tapi, soal itu pimpinan yang akan sampaikan nanti,” ujar Kanit 1 Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel Kompol Ardi Yusuf yang dikonfirmasi, Jumat 5 April 2024.
Hal senada, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Rauf, membenarkan penyelidikan pungli itu.
Diakui, penyelidikan kasus dugaan pungli dilakukan setelah menerima laporan.
Bahkan, terang Helmi, jajaran Subdit Tipikor, sementara mengumpulkan bukti-bukti untuk membuat terang kasus itu.
Hanya saja, Prof Husain Syam merasa bingung karena tidak tahu menahu soal pungli itu.
“Iya sudah, saya suka itu karena daripada melayang-layang tidak ditahu apa itu. Saya tidak pernah melakukannya. Tapi bagus mi itu saya kasih mi keterangan,” ujar Husain, saat dikonfirmasi.
Mantan Dekan Fakuktas Teknik UNM itu mengatakan, sangat mendukung penyidik mengusut laporan tersebut.
Menurutnya, langkah itu bagus agar bisa diungkap siapa aktor pungli di UNM.
“Bagus jika berproses untuk mengetahui siapa pelaku sesungguhnya. Karena kan di situ itu rekaman hanya menyebut untuk diberikan ke rektor. Kan tidak jelas rektor siapa,” timpalnya.
Selain Husain, penyidik kabarnya juga telah memeriksa sejumlah pihak di UNM. Termasuk salah satu dekan, dan para korban pungli.
Berdasarkan laporan, kepolisian telah mengantongi bukti rekaman percakapan terkait pungli di UNM.
Disebutkan, ada dua rekaman percakapan yang diserahkan pelapor ke penyidik.
Durasi rekaman cukup panjang. Masing masing berdirasi 11 menit dan 6 menit.
Keduanya, berisi percakapan dua korban pungli saat akan menyerahkan uang sebesar Rp50 juta kepada perantara.
Dalam percakapan itu, korban dan perantara menyebut uang tersebut sebagai ucapan terima kasih untuk rektor yang diserahkan melalui dekan.
“Agar ketahuan siapa yang melakukan hal tersebut. Atau itu hanya dibuat-buat,” tandasnya.
Rektor dua periode itupun yakin, jika nama rektoryang disebut-sebut dalam rekaman, bukanlah dirinya.
Husain yang digadanG-gadang maju Pikgub Sulbar lewat pintu Golkar itu berjanji, akan membuka semua masalah yang diketahuinya.
Artinya, jelas dia, senang kasus ini dibongkar agar tidak menjadi isu liar dan sifatnya fitnah.(bs/red)
KORLIP : Saiful Ngemba
EDITOR : Rahman S Kulle
Langsung ke konten














