banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
EKOBISPAR

Jeneponto Berdayakan Penangkaran Benih Padi

44
banner 970x250 banner 970x250

Junaedi Bakri Minta Fasilitasi Petani Mandiri

banner 468x60

MEDIAKTUAL.COM – JENEPONTO :

Kendati daerahnya dikenal tandus dan meranggas, bukan berarti Kabupaten Jeneponto kekurangan produksi hasil pangan setiap tahun.

Pasalnya, daerah berjuluk Butta Turatea itupun punya potensi alam yang sangat menjanjikan bilamana dikekola secara profesional dan berdaya saing yang tinggi.

Hal tersebut, disampaikan Pj.Bupati Jeneponto Junaedi Bakri, saat mengunjungi tiga lokasi strategis untuk penagkaran benih antara lain Desa Tuju, Kecamatan Bangkala, Desa Sapanang  Kecamatan Binamu dan Desa Kalumpang Loe Kecamatan Arungkeke, baru-baru ini.

Ekspektasinya, menginginkanJeneponto menjadi Daerah Penghasil Benih padi, yang unggul dan berpotensi.

 Peninjauan tersebut, dilakukan untuk memastikan bahwa kedepan ketahanan pangan di Kabupaten Jeneponto aman dan terjaga baik.

Pejabat berdarah Jeneponto fan Bantaeng itu mengungkapkan, bibit padi yang diproduksi di penangkaran itu kualitasnya sangat baik.

Apalagi, sebutnya,  jenis varietas yang dikembangkannya juga cukup banyak dan beragam.

Untuk itu, jelas Junaedi, potensi ini akan terus dioptimalkan sampai tingkat offtaker atau pasar dan pemerintah hadir di situ untuk memfasilitasi.

“Karena sebuah produk itu biasanya sangat tergantung dari kualitas bibitnya selain ada juga faktor pupuk. Nah,semoga kedepannya dikabupaten jeneponto ini , itu semua sudah ada, tinggal bagaimana membangun ekosistem produksinya” pungkasnys.

Diapun meminta, agar OPD terkait untuk bisa memfasilitasi kelompok tani mandiri itu sampai tingkat pasar yang merupakan ujung dari faktor produksi.

 Untuk sasaran tahap pertama, bisa dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan bibit padi di dalam daerah terlebih dahulu.

“Kita juga akan minta pelibatan dari balai benih untuk bisa berperan dalam peningkatan kualitas benih bibit padi. Termasuk bagaimana agar para petani kita tertarik menjadi penangkar benih,”imbuhnya lagi.

Junaedi pun tak menampik, faktor produksi lainnya yang menjadi perhatian khusus adalah perbaikan saluran irigasi. 

Ini penting dilakukan, katanya,  mengingat sebagian besar persawahan di jeneponto ini merupakan tadah hujan. 

Maka dari itu, sumber-sumber air yang ada harus terus ditingkatkan.

“Kedepan kita segera menyusun agenda itu ke depan. Irigasi dan infrastruktur akan kita upayakan dengan baik ” harap bupati.

Terpenting lagi, tambah Junaedi, agar nilai tambah bagi petani itu harus ada di kelompok tani, jangan di perusahaan.

“Artinya, para penangkar benih padi itu harus dipersiapkan untuk menjual produknya dalam bentuk jadi. Makanya,  secara kontinyu dan terstruktur melakukan koordinasi dengan lembaga usaha, baik itu dengan BUMN, BUMD atau mungkin dengan Perguruan Tinggi dan sebagainya,” paparnya 

Disebutkan, saat ini jumlah penangkaran benih padi yang ada di Kabupaten jeneponto saat ini kurang lebih sekitar 5 hektar yang ada di Dusun Palippiri.

“Dan kebutuhan benih kita dalam setahun sekitar 10 ribu ton atau dengan kata lain 2/3 kebutuhan dari produksi lokal kita sudah tercukupi, terlebih ada tambahan benih dari bantuan pemerintah,” tukas Pj Bupati Jeneponton itu.

Turut mendampingi Junaedi Bakri yaknI Kadis Pertanian serta Perwakilan dari Balai Standarisasi Instrumen Pertanian BSIP Kementrian Pertanian.(red)

JURNALIS : Rir Nappu.

REDAKTUR : Mustafa

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250