banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
DAERAH

Adipura Bantaeng Turun Kelas, Sessajaki ?

57
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – BANTAENG :

banner 468x60

Adagium atau peribahasa awam yakni ‘mempertahakan itu lebih sulit daripada merebut’ sepertinya pas dirasakan Pemkab Bantaeng Sulsel, terkait raihan penghargaan supremasi tertinggi di bidang kebersihan (Adipura) tahun ini.

Pasalnya, dari 11 daerah di Sulsel yang menerima Adipura, justeru prestasi Bantaeng anjlok alis ‘turun kelas’ yakni hanya mendapatkan Sertifikat.

Padahal, tahun-tahun sebelumnya atau sembilan kali berturut-turut selalu menjadi langganan menyabet Anugrah Piala Adipura. 

Penghargaan Sertifikat Adipura tersebut, diterima Asisten 1 Bidang Pemerintahan Kesra H.Hartawan Zainuddin, yang diserahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, digelar di Gedung Manggala Wanabakti KLHK Jakarta, Selasa 5 Maret 2024.

Lantas apa yang jadi penyebab kegagalan meraih Piala Adipura tahun 2023 ?

Kepada sejumlah media, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantaeng Nasir Awing, mengakui kegagalan mempertahankan penghargaan Anugrah Adipura. 

“Yah…kebetulan tahun ini Bantaeng ini hanya dapat anugrah ketiga berupa sertifikat,” katanya 

Kendalanya, terang kadis, Pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Batu Terang yang terletak di Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu menjadi indikator utama turunnya predikat dari Tim Penilai.

“Tahun ini kita mendapatkan anugrah sertifikat Adipura karena kebetulan gradenya down, TPA turun sedikit nilainya,” bebernya.

Nasir Awing mengatakan, TPA Batu Terang Bonto Salluang yang seharusnya Sanitary Landfill namun saat tim penilai datang terdapat tumpukan sampah yang tidak dibenarkan dalam sistem Sanitary Landfill.

“TPA kita seharusnya sanitary landfill tapi karena TPA kita ini sangat sempit jadi pada saat tim penilai ke lokasi itu masih melihat tumpukan sampah yang agak tinggi padahal di sanitary landfill tidak boleh ada sampah yang kelihatan,” tukasnya.

Meski gagal, Kadis DLH tetap optimis bisa mendapatkan kembali Anugrah Adipura tahun depan karena TPA direncanakan akan direlokasi ke tempat baru di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA).

Terlepas Kadis Nasir Awing tetap optimis dan beragumen pembenaran namun raihan Sertifikat Adipura itubjusteru memicu aksi unjukrasa dari kelompok Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Bantaeng yang tergabung dalam Serikat Pemuda Mahasiswa Nusantara (SPMN).

Para demonstran tersebut, menuntut agar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantaeng dicopot dari jabatannya, dengan alasan gagal dan pernyataanya sangat tidak rasional.

“Meraih 9 kali berturut-turut itu tidak gampang. Nah, kalau cuma sertifikat doang, sama saja turun kelas. Ini sangat memalukan bagi masyarakat Bantaeng, copot saja Kadisnya, sessajaki,” teriak pendemo. (red)

JURNALIS : Suarni M

REDAKTUR : Tajuddin Ngawing

banner 970x250 banner 970x250