banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
SKANDAL

Pemilu di Makassar Renggut Dua Nyawa

206
banner 970x250 banner 970x250

Diduga Anggota KPPS Meninggal Gegara Kelelahan

banner 468x60

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Niat tulus nan mulia untuk mengemban tugas negara, rupanya berbuah duka.

Pasalnya, dua orang warga Kota Makassar Sulsel yang menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024, meninggal dunia gegara kelelahan alias capek, Kamis 15 Februari 2024.

Korban tersebut yakni Wiliam Tandi Paelongan (24) dan Daliyah Salsabila  (24).

Kematiannya, diduga kelelahan usai menyebarkan undangan pemilih untuk menyalurkan hak pilih di TPS.

Septandi, orang tua Willian menceritakan, anaknya sempat dibawa ke Rumah Sakit Primaya dan dirujuk ke RS Akademis. 

“Hasil pemeriksaan medis, anak saya ini dinyatakan sesak nafas dan kecapean,” ungkapnya, di rumah duka Kompleks Taman Makassar Indah Blok A3/19 Makassar.

William  bertugas di TPS 007 Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala.

Sebelum hari H pencoblosan, diakui ayahnya, korban berkeliling mendatangi rumah warga membagikan surat undangan pemilih hingga larut malam.

Setelah itu, mengalami kurang enak badan setibanya di rumah kala itu kondisi cuaca hujan.

Bahjan, katanta, sempat meminta anaknya tidak usah bertugas di hari pemilihan itu karena kondisinya sudah tidak sehat.

“Sempat saya bilang tidak usah bertugas dulu waktu hari pemungutan suara. Panas badannya, sempat minta urut, saya kira panas-panas biasa, lalu dibawa ke masuk rumah sakit di hari itu juga,” tutur Septandi.

William sendiri, masih berstatus mahasiswa STIMIK Dipanegara, dan persiapan maju ujian akhir. 

“Tidak ada riwayat penyakitnya. Kami sudah berikan gizi dan susu beruang, cuman memang kecapean bawa undangan sampai malam. Ini juga kalau sudah waktunya (meninggal) mau diapa. Jenazah korban, dimakamkan di kampung halamannya di Toraja,” ucap Septandi dengan mimik sedih, 

Korban KPPS lainnya yakni wanita remaja bernama Daliyah Salsabila bertugas di TPS 45 Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini.

Mahasiswi yang meregang nyawanya gegara Pemilu itu,  dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Bahagia Makassar.

Lagi-lagi, penyebab kematiannya identik yang dialami William yang diduga kuat karena kelelahan usai membagikan undangan pemilih. 

Dari hasil diagnosa media, korban mengidap maag akut akias asam lambung. 

Korban, ditengarai belum bertugas di TPS dan memilih istirahat di rumahnya BTN Minasa Upa Blok L 18 Kel Minasa Upa Kec Rappocini Kota Makassar.

Ketua KPU Makassar Hambalii bersama Koordinator Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Makassar Muh Abdi Goncing, 

saat melayat di rumah duka Wiliam mengatakan, dari informasi almarhum mengeluh sakit sehari sebelum pencoblosan. 

“Meninggal sudah dua orang. Minasa Upa satu dan disini satu. Mungkin karena keletihan mengantar undangan. Sepertinya begitu. Karena dia (Wiliam) demam, kemudian dia buang-buang air. Informasi dari orang tuanya. Sedang bertugas mendistribusikan undangan,” katanya. 

Terkait, apakah kedua korban ini akan mendapat santunan, Hambali mengakui ada dan sementara ini dibahas santunannya oleh pihak terkait.

“Ini kita bicarakan santunannya bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Seluruh KPPS itu dicover BPJS Ketenagakerjaan,” tukasnya.(bs/red)

KORLIP : Saiful Ngemba – Mansyur

REDAKTUR : Mustafa

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250