MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :
Berencana menggelar aksi demo dengan cara long march di depan Monumen Mandala Jalan Jenderal Sudirman Makassar Sulsel, toh puluhan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), terhadang dan tidak diberikan ruang oleh aparat kepolisian dengan pertimbangan bisa berpotensi dan memicu persoalan baru.
Dengan pengamaban ekstra ketat aksi demo itu, mahasiswa Papua hanya berorasi menyuarakan aspirasinya di depan Asrama Mahasiswa Papua Jalan Lanto Daeng Pasewang Makassar, Jumat 1 Desember 2023.

Fokus unjuk rasa ini, untuk memperingati Deklarasi Kemerdekaan Papua sekaligus menjelang momentum peringatan HAM Sedunia.
Selain menggaungkan peringatan Merdeka Tanah Papua, massa mahasiswa inipun memajang spanduk bertuliskan ‘Rakyat Palestina Berhak Berjuang Melawan Penjajah’.
Dalam orasinya secara bergantian, para demonstran meminta pemerintah Indonesia untuk memutuskan semua jaringan diplomatis dan politik yang dilakukan secara tidak resmi dengan Israel.

“Indonesia putuskan semua jaringan diplomatis, ekonomi dan politik tidak resmi dengan zionis Israel maupun badan-badan zionis,” tulisnya dalam poster lain.
Tuntutan lain, agar pemerintah membuka akses seluas-luasnya untuk jurnalis dan akses informasi di Papua.
“Tarik militer (TNI) maupun kepolisian (Brimob) organik dari Tanah Papua. Papua bukan merah putih tetapi bintang kejora,” teriak salah seorang mahasiswa.
Puas menyuarakan aspiasinya, aksi demo pun bubar dengan tertib dan damai dibawah pengawalan ratusan personel polisi lengkap kendaraan taktis serta dibantu anggota TNI.(red)
KORLIP : Saiful Ngemba – Muh Amir Gassing – Anwar Lasilu
EDITOR : Rahman S Kulle
Langsung ke konten














