banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
SKANDAL

Bom Molotov dan Batu Warnai Demo Hardiknas

27
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

banner 468x60

Kemerdekaan nenyampaikan pendapat dimuka umum, seperti melakukan aksi demo atau unjuk rasa, memang dijamin oleh konstitusi.

Hanya saja, ruang penyaluran aspirasi itu kerap disalah-gunakan oknum atau segelintir kelompok pendemo yang justeru sengaja menghalangi atau mengusik ketenangan dan kenyamanan hak orang lain.

Artinya, ketika para demonstran  sudah brutal atau over tingkah dengan kekerasan di jalanan, so pasti iakan menyulut emosi dan amarah warga atau para pengguna jalan yang berujung bentrok.

Potret kerusuhan itulah, terjadi saat kelompok mahasiswa menggelar Unjukrasa Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di depan Kampus  UNM, Jl AP Pettarani, Makassar, Selasa 2 Mei 2023, sore hingga larut malam

Di tengah kepulan asap tebal dari api bab yang dibakar, tampak jelas para kelompok pendemo seakan hilang kendali, melempar batu dan bom molotov kearah aparat kepolisian.

Bahkan, bentrok pun tak terhindarkan saling lempar batu dengan warga yang melintas di seputar Jl.Andi Jemna – Jl. AP Pettarani.

Titik pelemparan, terjadi Jl Pendidikan dan dari dalam Kampus UNM.

Petugas Polrestabes Makassar, sudah berupaya menghentikan dan berulang kali memberikan imbauan agar membubarkan diri.

Namun, aksi saling lempar batu kian mengganas, membuat Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib, yang terjun langsung ke lokasi tampak kewalahan.

Puluhan personel Samapta dan Brimob, memaksa para perusuh unjukrasa ditembaki dengan gas air mata.

Saking brutalnya, jelang tengah malam kerusuhan terus berlanjut, membuat seorang polisi yang bertugas di Piksek Tamalate,  terkena lemparan batu di kepala dan dievakuasi ke ambulans Biddokkes Polda Sulsel.

Sebuah mobil pribadi yang melintas pun jadi korban pelemparan batu.

Aparat Polrestabes Makassar mengamankan tujuh orang mahasiswa, yang menggelar demo di Jalan Sultan Alauddin Makassar.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Ridwan Hutagaol mengatakan, pihaknya sudah secara persuasif meminta massa agar membubarkan diri. Namun mereka tidak mengindahkan imbauan petugas.

“Tadi kan kami sudah kasih tahu baik-baik waktunya sudah habis, makanya kami bubarkan, karena mengganggu arus lalu lintas. Silahkan demo, tapi tolong patuhi juga aturan dan mekanismenya. Kasihan masyarakat dan pengguna jalan lain yang dihambat perjalanannya ,”  tukas Ridwan prihatin.(red)

JURNALIS : Rahmat Rani – Andi Dirfan

KORLIP : Saiful Ngemba – Dirwan – Rahman Samad

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250