MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :
Aksi kekerasan seperti tawuran remaja dan aksi teror warga di Kota Makassar, terutama di Bulan Puasa Ramadhan ini, cukup meresahkan masyarakat.
Kendati belum menelan korban, namun tindakan kriminal mesti diantisipasi dini dan perlu ketegasan dari aparatbkeamanan
Jika tidak, maka tindak kekerasan itu semakin menjadi-jadi.
Kondisi seperti itulah yang terjadi pada Rabu 12 April 2023, di seputar Jalan Waduk Antang yang menghubungkan Jl.Toddopuli X Makassar.
Aksi para pemuda yang tidak jelas pekerjaannya itu, kepergok petugas kepolisian saat hendak melakukan aksi penyerangan terhadap warga.
Para remaja yang doiduga sebagai komplotan begal itu, akhirnya dicokok polisi dan digelandang ke Mapolrestabes Makassar.
Kanit Turjawali Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sulsel AKP Asfada mengatakan, kelimanya diamankan saat sedang melakukan patroli.
“Diamankan lima orang remaja, tiga di antaranya masih di bawah umur. Pada saat patroli terlihat segerombolan kurang lebih 10 sepeda motor di waduk Antang, kemudian terlihat melakukan penyerangan terhadap warga,” katanya.
Melihat hal tersebut, Asfada bersama pada anggotanya melakukan penindakan tegas dan mengamankan para pelaku.
Motif penyerangan, terang Asfada, berdasarkan keterangan lima pelaku yaitu ingin melampiaskan balas dendamnya.
Untungnya, niat membuat kerusuhan kelompok geng motor itu cepat dicegah sebelum berbuat onar.
Pasalnya, kata dia, Ahmad Idil Ramanda, salah seorang pelaku sekaligus pemilik busur fan pelontor settavtas yang dibuang kejembatan, kakaknya pernah dipukul oleh seseorang di area WadukAntang.
“Barang bukti yang diamankan, ada satu ketapel lengkap dengan busurnya, kemudian ada anak panah, pisau, dan satu senjata tajam terikat yang biasa digunakan perang kelompok,” tukas AKP Asfada.(red)
JURNALIS : Aditya – Rahmat Rani
KORLIP : Saiful Ngemba – Anwar
Langsung ke konten














