Satu Penghasil Bandeng, Satu Penghasil Garam
MEDIAKTUAL..COM – MAKASSAR :
Angin kurang sejuk menerpa dua daerah di Sulawesi Selatan, terkait kondisi ekonomi masyarakatnya yang terpuruk hingga menuai kemiskinan.
Daerah termiskin tersebut yakni Kabupaten Pangkep dan Jeneponto.
Yang memprihatinkan, Kabupaten Pangkep yang selama ini dikenal sebagai daerah potensial di sektor Perikanan dan Kelautan, sebut saja penghasil ikan bandeng terbesar di Sulsel serta produsen tambang terbesar via Semen Tonasa, toh justeru tidak menopang tingkat pendapatan ekonomi rakyatnya.
Artinya, jika membandingkan potensi ekonomi Jeneponto dengan Pangkep, pastilah publik dibuat penasaran dan tercengang, kok bisa Pangkep yang jadi ‘pemecah’ rekor sebagai daerah termiskin.
Tapi, apapun persepsi publik tentu tidak bisa terbantahkan dengan adanya data dan daftar TERMISKIN yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel melalui Survei Dosial Ekonomi Nasional (SUSESNAS), pada pekan tiga Januari 2023.
Berdasarkan data BPS,, peringkat besar daerah termiskin di Sulawesi Selatan yakni sbb :
Pertama, diduduki Pangkep dengan persentase miskin 13, 92 persen sedangkan penduduk miskin 47,53 ribu jiwa.
Peringkat kedua, diduduki Jeneponto, dengan persentase miskin 13,73 persen sedangkan penduduk miskin 59,59 ribu jika.
Ketiga, Luwu Utara dengan persentase miskin 13,22 persen sedangkan penduduk miskin 42,29 ribu jiwa.
Keempat, Luwu dengan persentase miskin 12,49 persen sedangkan penduduk miskin 46,50 ribu jiwa.
Peringkat Lima ditempati oleh Enrekang dengan persentase miskin 12,49 persen sedangkan penduduk miskin 26,15 ribu jiwa.
Sementara, peringkat 6-10 besar diduduki oleh Tana Toraja dengan persentase miskin 12,18 persen sedangkan penduduk miskin 29,31 ribu jiwa.
Kemudian, Kepulauan Selayar dengan persentase miskin 12,24 persen sedangkan penduduk miskin 16,74 ribu jiwa.
Lalu, ada Kabupaten Toraja Utara dengan persentase miskin 11,65 persen sedangkan penduduk miskin 23,31 ribu jiwa.
Selanjutnya, Bone dengan jumlah persentase miskin 10,58 persen sedangkan penduduk miskin 80,34 ribu jiwa.
Sedangkan Maros dengan jumlah persentase miskin 9,43 persen sementara penduduk miskin 33,30 ribu jiwa.
Kategori miskin tersebut, erdasarkan penilaian indeks dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) yang meliputi;
1. Minimun 2.100 kalori perkapita per-hari.
2. Padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, Minyak dan lemak.
Sedangkan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM) meliputi;
1. Kebutuhan minimum untuk perumahan sandang, pendidikan dan kesehatan.
2. Paket komoditas kembutuhan dasar non-makan diwakili oleh 51 jenis komoditas di perkotaan dan 47 jenis komoditas pedesaan.
Sehingga BPS Sulsel mengukur kemiskinan sesuai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan.(red)
KORLIP : Muh Yusuf – Anwar Lasilu
REDAKTUR : Tajuddin Ngawing
Langsung ke konten














