MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :
Terkait dengan adanya anggaran negara yang diperuntukkan untuk infrastruktur bangunan jalan lingkungan diharapkan dengan kualitas yang baik dan juga dapat bertahan lama dan awet sehingga masyarakat bisa terbantu dalam melaksanakan aktivitas
Namun diduga banyak pembangunan infrastruktur jalan lingkungan yang diduga tidak sesuai dengan RAB.

“Awak Media” dalam temuannya di lapangan bahwa pembangunan infrastruktur jalan lingkungan ini kurang berkualitas dan juga diduga Pembangunan Jalan lingkungan Bertempat di kelurahan lakkang kecamatan tallo kota Makassar Sulawesi Selatan Diduga asal jadi
Menurut warga sekitar yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan ,” bahwa ada beberapa yang janggal pada pekerjaan ini, yakni dari campuran semennya tidak sesuai spesifikasi sehingga mudah rubuh, kemudian pondasi talud yang seharusnya memakai batu gunung malah memakai batu kali.ujarnya.
Awak Media pun melihat secara kasat mata ,baru beberapa Minggu usia jalan lingkungan tersebut namun sudah banyak yang rubuh sehingga diduga kualitas jalan lingkungan tersebut patut di pertanyakan.
Undang – Undang no 19 tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pasal 1 ayat 4 ( pemberantasan tindak pidana korupsi adalah serangkaian kegiatan untuk mencegah dan memberantas terjadinya tindak pidana korupsi melalui upaya koordinasi, supervisi, monitor, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, pemeriksaan di sidang pengadilan dengan peran serta masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan.

Kemudian diketahui bahwa
Nomor kontrak,12/KONT/jALING/BJJ.DINAS PU/X/2022
Biaya, 9.139.115.000,00
Sumber dana, APBD
Penyedia jasa, CV, SARTIKA
Konsultan, CV, MAELO PRIMA JAYA
Tanggal mulai 24/ Oktober 2022
Jangka waktu, 60 hari kelender
Sementara pihak pelaksana saat dikonfirmasi melalui telepon whatsaap mengatakan, mungkin rusaknya itu karena dari Warga, karena baru beberapa hari langsung. Dilewati,,, ungkapnya 23 Januari 2023
Herannya lagi warga, ketika kerusakan ditengah jalan itu mungkin saja, namun kerusakan jalan lingkungan ada dipinggir jalan, jadi kuat dugaan bahwa pihak terkait lebih mengutamakan keuntungan dibanding kualitas.(Rahman Samad/red)
Langsung ke konten














