Penggiat LSM : Ini Namanya Pemborosan Uang Rakyat
MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :
Di awal tahun 2023, gerbong mutasi
pejabat lingkup Pemprov Sulsel kembali bergerak.
Mutasi tersebut, dinilai sebagai gerakan senyap yang dilakukan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ASS), yang sebelummya tak pernah terdengar.
Menterengnya lagi, mutasi kali ini lebih ‘deluxe’ karena harus mengeluarkan duit besar menyewa hotel berbintang (Claro) dibilangan Jl.AP. Pettarani Makassar Senin 2 Januari 2023.
Tercatat, pelantikan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama sebanyak 10 orang, eselon II dan 18 irang pejabat eselon III.
Kali ini, pelantikan dipimpin langsung Gubernur ASS berdasarkan hasil job fit yang sudah dilakukan sejak lama.
Menurutnya, hasil job fit atau uji kompetensi memungkinkan untuk melakukan mutasi pejabat.
Gubernur kelahiran Bugis Bone itupun memyebut, pelantikan ini masih akan berlanjut mengingat masih ada sejumlah jabatan lowong di Pemprov Sulsel yang harus diisi.
“Nanti kita akan lakukan pelantikan lagi. Kan kita lagi mengurus sekarang perubahan struktur,” ungkapnya.
ASS mengatakan, rencana perubahan kelembagaan itu sudah diproses di DPRD Sulsel melalui persetujuan atas Perubahan Kedua atas Perda Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

Gubernur yang dikenal kurang peduli dan melonggarkan hubungan mitra pers, menyusul di-STOP-nya semua surat kabar mingguan dan bulanan di lingkup Pemprov Sulsel itu berharap, para pejabat dan pegawai terus meningkatkan kinerja dan menjaga integritas.
“Integritas serta amanah, itu yang urgen. Kita harus kuat untuk bekerja dan bangga menjadi provinsi yang kuat,” pungkasnya.
Untuk diketahui, rencana perubahan struktur OPD Pemprov Sulsel membuat perangkat daerah saat ini akan dipisah atau digabung.
Berdasarkan Ranperda yang diusul Pemprov, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) akan menjadi dua dinas, yakni Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi serta Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang.
Selanjunya akan ada penggabungan dua dinas yakni Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan.
Kedua OPD itu bakal digabung menjadi Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan juga akan disatukan menjadi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Sementara itu, Plt.Kepala BKD Sulsrel Imran Jauzi menyebut, saat ini terdapat 9 posisi strategis yang masih Lowong.
OPD tersebut, di antaranya Kepala Inspektorat, Kepala Biro Ekonomi, Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Kehutanan, Direktur RS Pertiwi, Kepala Dinas ESDM, Kepala Diskominfo, dan Kepala BKD Sulsel.
Terkait mutasi dan pelantikan pejabat lingkup Pemprov Sulsel yang digelar di hotel mewah itu, mendapat sorotan publik, khususnya dari aktivis LSM.
Menurutnya, di tengah upaya Presiden Jokowi menggaungkan agar institusi pemerintah senantiasa berhemat anggaran (efisien) fan pejabat tidak boros, toh justeru Pemprov Sulsel terkesan mengabaikan dan menyewa hotel dengan tarif selangit.

“Ini sama halnya pemborosam, tidak berhemat di tengah kondisi ekonomi yang terpuruk saat ini. Fasilitas gedung kan ada, seperti Ruang Pola di Kantor Gubernur, Baruga Karaeng Pattingaloang Rujab Gubernur dan yang lainnya. Inefisiensi pelantikan ini, tidak patut dicontoh apalagi menggunakan uang negara yang disedot dari hasil pajak rakyat,” sentil pemerhati sosial fdan pemerintahan yang enggan ditulis namanya.
Berikut, 10 Pejabat Eselon II yang Dilantik yakni :
1. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel Suherman menggantikan Andi Arwin Azis.
2. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo menggantikan Abdul Malik Faisal.
3. Kepala Dinas Perdagangan Sulsel
Andi Arwin Azis menggantikan Ashari Fakhsirie Radjamilo.
4. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Andi Parenrengi menggantikan Hasan Sijaya.
5. Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel Asriady Sulaiman menggantikan Prof Muhammad Jufri.
6. Kepala Pelaksana BPBD Sulsel Amson Padolo menggantikan Muhammad Firda.
7. Kepala Dinas Kehutanan Sulsel Andi Bakti Haruni menggantikan Andi Parenrengi.
8. Kepala BPSDM Sulsel Prof Muh Jufri menggantikan Asri Sahrun Said.
9. Kepala Kesbangpol Sulsel Muhammad Firda menggantikan Asriady Sulaiman.
10. Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan dijabat Hasan Sijaya.(red)
JURNALIS : Mansur – Ical – Rani – Situju – Rezki
REDAKTUR : Mustafa – Tajuddin Ngawing
Langsung ke konten














