MEDIAKTUAL.COM -JAKARTA :
‘Gajah dipelupuk mata tak nampak, semut diseberang lautan kelihatan’.
Adagium ini, terasa tepat dilekatkan pada pikiran Hasto Kristiyanto, Sekjen PDI-Perjuangan.
Pasalnya, pada gelar konferensi pers bertajuk Refleksi Akhir Tahun 2022 dan Harapan Menuju 2023, Hasto begitu ambisius dan sangat pretensius menyoroti kinerja Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Selain mengeritisi hal kinerja menteri asal Partai Nasdem itu, politisi Partai ‘Moncong Putih’ itupun menyentil data-data pangan yang dirilis Kementan selama ini.
Secara blak-blakan, Hasto menilai dalam beberapa tahun terakhir terjadi inflasi pangan secara terus-menerus.
Hasto pun mengamini pernyataan koleganya sesama kader PDIP Djarot Saiful Hidayat bahwa Mentan SYL layak dievaluasi, menyusul merebaknya wacana reshuffle Kabinet pemerintahan Joko Widodo.
Menurutnya, ketahanan pangan merupakan isu krusial dan itu pula yang disoroti Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Hasto menuturkan, SYL pernah menyampaikan sekitar Agustus 2022 lalu bahwa Indonesia akan mengekspor beras ke Tiongkok.
“Ternyata faktanya jauh dengan apa yang disampaikan, bahkan kemudian kita harus mengimpor beras yang secara politik ekonomis sebenarnya sikap PDIP selalu memberikan catatan kritis ketika kita melakukan impor beras,. Mentan SYL itu tidak mampu membaca data,” cecarnya.
Hasto mengatakan, Mentan SYL seharusnya satu nafas melaksanakan kebijakan Presiden Jokowi agar Indonesia mampu berdaulat pangan.
“Jangan menyampaikan data-data tentang pangan yang tidak tepat karena pangan itu menyentuh bangsa kita sebagai bangsa yang berdikari dan berdulat,” tukas pria kelahiran Yogyakarta itu.(r)
PEMRED : Ardi Tahir
Langsung ke konten














