banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
DAERAH

Proyek Penahan Ombak Desa Boddia Bermasalah ?

162
banner 970x250 banner 970x250

Kontraktor Diduga Kerja Serampangan dan Asal Jadi

banner 468x60

MEDIAKTUAL.COM – TAKALAR :

Pengikisan ombak (abrasi) pantai di wilayah pesisir Galesong Kabupaten Takalar Sulsel, memang setiap tahun nyaris terjadi dan mengusik ketenangan warga masyarakat, terkhusus yang bermukim di bibir pantai.

Tak heran, untuk meminimalisir bencana abrasi tersebut, pemerintah berupaya membangun prasarana berupa breakwater alias oenahan ombak, meskioun itu dibangun secara bertahap sesuai kemamlyan anggaran.

Khusus di Desa Boddia Kecamatan Galesong, telah dibangun tanggul penahan ombak.

Apalagi, Pemprov Sulsel melalui Pemkab Takalar, telah menggelontorkan anggaran yang nilainya cukup fantastis sebesar Rp.15 miliar.

Sayangnya, pembangunan breakwater itu terkesan dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Ironisnya, pihak pelaksana proyek  justeru diduga menjadikannya sebagai ajang bisnis bagi oknum tertentu.

Betapa tidak, hasil pantauan MEDIA AKTUAL (Cetak & Online) di lapangan menunjukkan, robohnya penahan ombak di Dusun Ujunga Desa Boddia diyakini karena  kurangnya pengawasan pihak terkait.

Artinya, diduga pihak oknum rekanan (kontraktor) mengerjakan proyek ini diduga ‘semau gue’ tanpa mengikuti sistem sesuai yang ada pada RAB,.

Beragam keluhan dan sorotan publik pun membuncah kepermukaan.

Pasalnya,  yang namanya penahab  ombak itu sejatinya harus kuat ketimbang kekyatan arus ombak ataupun gelombang pasang yang terjadi.

“Ini yang mengecewakan kitam Apalagi, oknum kontraktor ditengarai hanya mengedepankan sisi bisnis dari pada  kualitasnya,” sorot warga Boddia yang enggan ditulis namanyam

Keraguan kurang berkualitasnya pekerjaan proyek.penahan ombak ini, sejumlah warha Dusun Ujungan Desa Boddia maupun aktivis LSM meminta Aparat Penegak Hukum (APH) turun mengecek ke lapangan.

Tujuannya, untuk.memastikan apakah proyek ini sudah sesuai spesifikasi dan ketentuan yang ada di RAB.

“Ini perlu diselidiki oihak Polda Sulsel maupun Kejati Sulsel, sebelum proyek ini merugikan uang negara yang dipungut dari pajak rakyat. Inioun, mesti.menjadi perhatian penting Pj.Bupati Takalar Setiawan Aswad,” tukas warga Boddua dengan mimik memelas.(red)

KORLIP : Rahman Samad

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250