Ket.Gambar : Di lokasi inilah merenggut nyawa peserta tarik tambang yang digelar IKA Unhas Wilayah Sulsel.(rep)
——————————————————
Kapolsek Ujungpandang : Tidak Punya Izin
MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :
Euforia kegembiraan sekejap berubah tangis.
Itulah insiden maut menyelimuti kegiatan Tarik Tambang yang dihelat Pemgurus Ikatan Alumni (IKA) Unhas Wilayah Sulsel, Ahad 18 Desember 2022.
Lokasinya terbagi dua. Satu, di Jalan Jenderal Sudirman dan satunya di Jalan DR.Ratulangi.
Mirisnya, tarik tambang yang diikuti ribuan peserta itu merenggut nyawa satu orang peserta dan puluhan orang luka-luka.
Petaka di siang hari itu, sontak heboh dan viral dijagat maya dan menyayat hati.
Usut punya usut, ternyata kegiatan tarik tambang ini tidak memgantongi izin atau dari penyampaian.
Hal tersebut, dipertegas Kapolsek Ujung Pandang, Kompol Syarifuddin bahwa acara yang dilaksanakan Pengurus IKA Unhas Wilayah Sulsel itu tidak terkonfirmasi ke pihaknya atau Polrestabes Makassar.

“Kegiatan ini sebenarnya kita tidak tau karena tidak pemberitahuan ke pihak kepolisian, kebiasaan kita kan kalau ada pemberitahuan apalagi mendatangkan orang banyak pastilah kita dari pihak kepolisian menempatkan personel untuk melakukan pengamanan,” beber Syarifuddin kepada wartawan.
Pihaknya, diakui, telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) melibatkan tim INAFIS Polrestabes Makassar.
Kompol Syarifuddin menyatakan, pihaknya kini masih mendalami ikwal insiden itu, termasuk merencanakan memeriksa sejumlah pihak terkait termasuk panitia pelaksana.
Terkait insiden ini, Ketua Panitia Rahmansyah mengatakan, kejadian tarik tambang tersebut di luar perkiraan mereka.
“Ini kejadian di luar harapan dan prediksi kami. Tidak ada yang menginginkan even tarik tambang ini menelan korban jiwa. Kami sudah meminimalisir segala hal sekaitan dengan kegiatan ini,” ujarnya.
Dikatakan, kegiatan Tarik Tambang telah memecahkan rekor MURI dengan melibatkan 5000 orang peserta.

Pesertanya, terdiri dari alumni Unhas dan warga Kota Makassar, dibagi menjadi dua tim, yakni Tim A dan Tim B. Masing-masing tim terdiri lebih dari 2.500 orang.
Disebutkan, untuk Tim A titik awalnya berada di perempatan Jalan Sudirman-Jalan Ahmad Yani, depan RSIA Pertiwi.
Sedangkan, Tim B depan PT Sanghyangseri Jalan Ratulangi ke titik tengah depan RSIA Pertiwi, Jalan Jenderal Sudirman.
Saat kejadian, papar Rahmansyah, panitia meminta peserta untuk berdiri dan berbaris di sepanjang tali tambang.
Panitia sudah menginformasikan berulang-ulang secara berantai untuk tidak dulu memegang tali sebelum dimulainya kegiatan.
Namun, ada beberapa peserta sudah menarik tali sehingga mereka tidak siap.
“Mungkin saja yang mengalami kecelakaan, baik kecelakaan yang meninggal dunia khususnya mau pun yang luka-luka itu dalam posisi tidak siap pada saat tali ditarik,” jelasnya..
Ak8batnya, imbuh Rahmasyah, tali tiba-tiba terbentang. Sehingga mereka terkena dan terjatuh.
” Di situlah kenapa terjadi kecelakaan dan ada yang berakibat meninggal dunia,” tukasnya.(red)
JURNALIS : Mansur – Rani – Samjaya – Hamsar – Serang
KORLIP : Dirwan – Rahman Samad
EDITOR : Tajuddin Ngawing
Langsung ke konten














