Ket.Gambar : Pasangan mesum yang kepergok sekamar dan ngotot digiring polisi ke Mapolrestabes Makassar.(rep)
—————————————————–
MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :
Maraknya kasus pembuangan orok alias bayi gegara melakukan aborsi diluar nikah, menjadi fokus perhatian Polrestabes Makassar Sulsel untuk intens menggelar razia disejumlah indekos (kos-kosan), tempat wisma ataupun hotel melati.
Gencarnya razia untuk meredam penyakit masyarakat itu, dilakukan mengingat tiga bulan terakhir ini kasus pembuangan bayi sudah sangat meresahkan masyarakat.
Terakhir, Jumat hingga Santu dini hari (2/11/2022), personel Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Makassar merazia tiga tiitik kos-kosan elit yakni di Jalan Urip Sumiharjo, Jalan Boulevard dan Jalan Ance Dg Ngoyo, Kecamatan Panakkukang.
Dari razia tersebut, terciduk sebanyak lima pasangan atau berjumlah 10 orang bukan suami istri.
Pasangan haram itu, yang diduga asyik ‘gituan’ dikamar akhirnya digelandang petugas ke Mapolrestabes Makassar.
“Kami temukan yang pasangan bukan suami pernikahan di dua lokasi. Ada kami dapatkan 5 pasangan bukan suami istri,” jelas Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Reonald TS Simanjuntak kepada awak media.
Dikatakan, dalam razia kali ini pihaknya juga mengamankan sejumlah mahasiswa dan salah satu pasangan entertainment lokal Kota Daeng.
Razia pertama yakni sebuah kos-kosan tiga lantai yang terletak di Jalan Urip Sumiharjo.
Satu persatu pintu kamar diketuk oleh petugas, di lokasi itu sendiri selama hampir satu jam petugas memeriksa tidak menemukan pasangan kumpul kebo.
Selanjutnya, polisi menyisir indekos eksklusif dibilangan Jalan Boulevard, dengan menunjukkan surat tugas yang lengkap terhadap pengelola indekos petugas pun langsung menyisir sejumlah kamar.
Di lokasi itu, ditemukan tiga pasangan yang tidak bisa menunjukkan bukti ikatan pernikahan.

Ket.Gambar : Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Reonald TS SimanjuntaK.(rep)
——————————————————-
Mereka juga rata-rata berdalih bahwa hubungan mereka bukan kekasih melainkan hanya kerabat dekat.
Lokasi terakhir, menyambangi Jalan Ance Dg Ngoyo salah satu pasangan mesum yang berstatus mahasiswa nampaknya enggan koperatif saat hendak dibawa oleh petugas. Mereka berdalih mengenal Kasat Reskrim Polrestabes Makassar.
“Saya kesini atas nama undang-undang saya juga dapat perintah ini dari pimpinan, jadi bapak kalau mau dihargai hargai juga kami,” tumpal salah satu perwira polisi yang memimpin operasi tersebut.
Satreskrim Polrestabes Makassar mengakui, gencarnya razia yang dilakukan sebagai bentuk sosialisasi dan uoaya pencegahan kumpul kebo yang meresahkan masyarakat.
“Razia dilakukan karena maraknya aborsi, maraknya temuan orok-orok bayi sehingga dilakukan upaya pencegahan,” pungkas AKBP Reonald.(r/red)
JURNALIS : Rani – Mansur – Hamsar
KORLIP : Saiful Ngemba – Rahman Samad – Dirwan
Langsung ke konten














