banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
EKOBISPAR

Anggaran Belanja Sulsel 9,9 Triliun Rupiah, Wow..?

30
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

banner 468x60

Setelah melalui pembahasan yang alot, akhirnya DPRD Provinsi Sulsel
mengesahkan Ranperda APBD Sulsel Tahun 2023.

Melalui rapat paripurna, Legislatif dan eksekutif menyepakati anggaran belanja sebesar Rp 9,9 triliun.

“Apakah naskah persetujuan bersama antara Gubernur dan DPRD tentang Ranperda APBD 2023 kita dapat menyetujuinya?”

Tanya Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari kepada forum sidang Paripurna, Selasa (29/11/2022) malam.

“Setuju,” jawab anggota DPRD Sulsel.

Politisi Golkar itupun langsung
mengetuk palu sidang sebanyak tiga kali.

Pengesahan Ranperda APBD 2023 tersebut, ditandai dengan penandatanganan antara Ketua DPRD Andi Ina dengan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Badan Anggaran DPRD Sulsel sebelumnya membacakan penjelasan mengenai Rancangan APBD Sulsel tahun 2023. Banggar menyebut pada tahun 2023 anggaran belanja provinsi Sulsel adalah sebesar Rp 10,1 triliun lebih.

Anggota Banggar DPRD Sulsel Mizar Roem menyebut pendapatan daerah pada rancangan APBD Pokok 2023 sebelum pembahasan sebesar Rp 9,527 triliun.

Namun setelah penetapan ada penambahan sebesar Rp Rp 605,760 miliar.

“Jadi jumlah pendapatan setelah pembahasan sebesar Rp 10.133.082.000.000,” sebut anak kandung mantan Bupati Sinjai itu.

Untuk diketahui, anggaran belanja Provinsi Sulsel tahun 2023 adalah sebesar Rp 9,9 triliun lebih.

Mizar mengatakan, ada penambahan Rp 603,260 miliar dibanding saat masih pembahasan.

“Jadi total belanja Daerah setelah pembahasan sebesar Rp 9.995.582.000.000,” bebernya.

Gubernur Sulsel mengatakan, melalui APBD tersebut, pihaknya akan terus berkomitmen dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat untuk masyarakat dalam mewujudkan Sulsel yang inovatif, produktif, kompetitif, inklusif dan berkarakter.

Menurutnya, kondisi ekonomi Sulsel diklaim terus mengalami perkembangan yang semakin membaik, pada triwulan III/2022 saja bisa tumbuh 5,67 persen.

Sementara, pengangguran juga terus mengalami penurunan, laju inflasi menurun, dan angka kemiskinan juga menurun.(red)

JURNALIS : Mansur – Salahuddin

EDITOR : Mustafa

banner 970x250 banner 970x250