MEDIAKTUAL.COM – SELAYAR :
Kabupaten Kepulauan Selayar Sulsel, tahun ini, mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah pelaksanaan tiga momen penting.
Kegiatan tersebut yakni Jambore PPK dan Hari PGRI sekaligus dirangkaikan perayaan 417 Tahun Hari Jadi Selayar.
Begitu pentingnya tiga momen tersebut, menggiring Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ASS) hadir langsung bersama unsur Forkopimda dan ribuan pengurus dan anggota PKK se-Sulsel.
Membludaknya tamu yang datang di daerah berjuluk Tanah Doang itu, membuat kegembiraan tersendiri bagi pemerintah daerah dan masyarat, terkhusus lagi bagi Bupati Selayar Basli Ali.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Selayar, kami merasa gembira dan mengapresiasi atas kedatangannya menghadiri Jambore PKK, HUT PGRI dan Hari Jadi Selayar,” ujarnya.

Kendati begitu, terang Basli Asli, apabila ada kekurangan dalam penyambutan ataupun selama berada di Selayan mohon dimaafkan.
“Bagaimanapun setiap ada kegiatan pasti ada kelebihan dan kekurangan sebab namanya manusia tidak ada yang paripurna, sekali lagi mohon di maafkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman menyampaikan dengan singkat bahwa selama kepemimpinannya dia tak ingin melihat masyarakatnya miskin.
Tetapi, harapnya, ingin melihat mereka (masyarakat) sukses dan berhasil mengelola kegiatan usaha.
“Rezeki itu sudah ditentukan oleh yang Maha Kuasa, Allah SWT. Jadi minta pada yang diatas, nanti pemerintah yang bantu dalam hal kekurangannya. Kenapa, karena tanpa masyarakat kita tak bisa berbuat apa-apa,” papar gubernur.
DIDUGA TERJADI PENUMPANG SISIPAN
Terlepas suksesnya perhelatan tiga momen penting di Selayar, justeru tidak dibarengi dengan kesiapan fasilitas dan pelayanan Pelabuhan Pammatata.
Padahal, pelabuhan ini menjadi akses utama penghubung jalur penyeberangan dari Selayar ke Bira Bulukumba. Begitupun sebaliknya.

Paling mengecewakan para tamu dan pengunjung, lantaran Pelabuhan Pammatata ini tidak siap dengan fasilitas Air, kebersihan dan nyamanan.
“Semrawut dan terkesan kotor juga tidak nyaman. Bagaimana orang mau betah tinggal disitu, untuk ambil air Wudhu saja tidak ada air. Ada bak penampungan air tapi kosong. Manajemen pelabuhan ini tidak profesional, memangnya tidaj koordinasi PDAM Benteng. Belum lagi, sampah berserakan dimana-mana, waduh ini mesti ada teguran dari Pelindo maupun Pemkab Selayar,” sorot Jurnalis yang meliput beberapa kegiatan dan hendak menyeberang.
Lebih memprihatinkan lagi, dari aspek pelayan, kinerja petugas pelabuhan ya ampun lumayan amburadul
Pasalnya, saat penumpang hendak menyeberang dengan mem beli tiket sesuai prosedur justeru jadwal pemberangkatan molor tanpa informasi sebelumnya.
Rupanya, pengalihan berangkat ke Fery kedua harus kembali mengiikuti antrian.
“Pelayanan memang kacau balau
Saya punya nomor antrian 32 sembari menunggu panggilan. Belakangan, diduga ada antrian 37 justeru lolos begitu saja,” kesal wartawati senior itu.
Diapun memprotes ke petugas pelayanan, kok ada nomor antrian 37 bisa mulus alias nyelonong masuk.
Dari pelayan pilih kasih itu, dikonfirmasi kebagian kasir bernama DIEGO namun sikapnya arogan.
Terkesan ada permainan, kembali mengonfirmasi kepada Kepala Dinas Perhubungan Benteng Selayar SUARDI.
Pejabat tersebut, kaget dan menyesalkan sikap pelayanan anggotanya.
“Mohon maaf dan akan mengevaluasi anggotanya yang bekerja serampangan,” timpalnya.
Hal serupa, Kepala ASDP Wilayah V JAMAL, juga meminta maaf atas kejadian itu.(red)
JURNALIS : Suarni Marzuki
EDITOR : Mustafa
Langsung ke konten














