MEDIAKTUAL.COM – GOWA :
Seiring lembaran almanak tergulung pelan, usia pria satu ini kembali bertambah.
Hitung-hitung, usia CEO Yayasan Penerbit TRITAHIR MANDIRI itu semakin matang, genap 57 tahun.

Mensyukuri segala nikmat yang diberikan Sang Khalid, Allah SWT, semalam, 28 Nopember 2022, segenap kerabat Pemimpin Umum/Redaksi MEDIA AKTUAL (Cetak & Online) ngumpul bareng memberikan ucapan selamat sekaligus panjatan Doa ‘Barakallah fii Umrik’.

Meski tak direncanakan atau terkesan serba mendadak, namun acara rendezvous yang dihelat di kediaman Dewan Redaksi (Wanred) MEDIA AKTUAL Tajuddin Dg Ngawing, SE, sekaligus Ketua SIKATUTUI Community Sungguminasa Gowa itu, memyembulkan suasana ria dan penuh kebersamaan.

Ibu Hj.Nahariah Dg Sunggu, isteri Dg.Ngawing, dari sore hingga acara usai, justeru dibuat kerepotan melayani para kerabat yang hadir.
Hadir, para kolega diantaranya Drs.Ahmadi Haruna alias Buloa, Penulis ratusan buku dan Aktor kawakan Sulsel yang telah banyak membintangi judul Film, Sinetron, Teater dan Baca Puisi Nasional.

Selain mengental darah seniman tulen, Ahmadi Haruna pun dikenal sebagai Wartawan Senior, mantan pengurus PWI, Pengurus Dewan Kesenian Makassar (DKM), Redpel Koran Tegas, Tabloid Macca, Wkl.Pemimpin Umum Media Aktual dan Wapemred Online Topik Terkini.

Juga hadir, Ketua IWO Kabupaten Gowa Drs.Burhanuddin Naz Dg.Mangung, seniman Syahril Hamdja (Cally), Sofyan Hamdja dkk dan Kepala Biro Media Aktual Kab.Gowa Sahabuddin Sanusi, SH Dg Nyampa dan pemilik elekton Haji Baji.
Tak ketinggalan, hadir sejumlah Jurnalis Media Aktual yakni Anwar Lasilu (Korlip), Dirwan D’setori (Korlip), Hamsar Pratama dan Samjaya.

Di tengah hingar-bingar suasana ULTAH, yang diiringi musik keybord, sejumlah personil anggota Komunitas SIKATUTUI silih berganti melantunkan suaranya.
Sebut saja, Sektetaris SIKATUTUI Mahmuddin alias Cuplis, Burhanudfin Dg.Pasang, Asrul Dg Pawa, Addy, DaengTojeng dan AAN.

Intinya, momen ‘Tiup Lilin’ bagi Drs.A.M.Sukardi Tahir, pria berdarah Bulukumba – Jeneponto itu membuncah penuh kenangan, merajut kebersamaan dan kekeluargaan.
“Alhamdulillah, diusia yang tak muda lagi, yang terpenting silaturrahim senantiasa dijaga. Tak perlu berkhayal, berpikir macam-macam, karena semua sudah diatur yang diatas, Allah SWT. Bagi saya, jalani hidup bak air mengalir,” tutur Atta Hinru, sapaan karib Ardi Tahir.(red)
Langsung ke konten














