Bupati Adnan : Tak Ada Alasan, Semua Harus Direlokasi
MEDIAKTUAL.COM – GOWA :
Menyikapi kemacetan arus lalu lintas yang terjadi setiap hari di poros Pallangga dan sekitarnya, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mencarikan solusi agar para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang banyak berjualan dibahu jalan, tidak mengganggu para pengguna jalan.
Solusinya, membangun fasilitas berupa Pasar Baru di Wilayah Bontorea Kecamatan Pallangga.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, pasar ini akan mengurangi kemacetan yang sering dikeluhkan pengendara akibat aktivitas jual-beli yang memakan badan jalan.

“Untuk masyarakat yang selalu melewati poros Gowa Takalar (Pallangga-Bajeng), pasti selalu mengeluh macet akibat banyaknya PKL yang berjualan di sepanjang poros tersebut. Saat ini pemkab tengah membangun pasar untuk PKL agar mengurai kemacetan,” ungkapnya, Rabu (23/11).
Bupati Gowa dua periode itu menyebutkan, pasar baru di Bontorea menyediakan 467 los untuk berjualan PKL.
Dikatakan, pembangunan pasar akan selesai pada akhir tahun 2022 ini.
“Mohon bersabar, saat ini Pemkab Gowa sementara membangun pasar rakyat yang akan merelokasi seluruh PKL masuk ke dalam pasar. Insyaallah akhir tahun selesai dengan 467 los,” terangnya.

Adnan yang juga Sekjen APKASI mengatakan, relokasi PKL Pallangga-Bajeng akan dilakukan secara bertahap mulai 2023.
Bagi PKL yang tidak mau direlokasi, lanjutnya, akan diberikan sanksi dengan tidak boleh berjualan di pasar maupun di sepanjang poros Takalar.
“Relokasi dilakukan bertahap mulai tahun depan. Bagi pedagang yang tidak mau masuk, akan kami tertibkan dengan tidak memperbolehkan berjualan di pasar maupun sepanjang poros Gowa Takalar,” tukas bupati.(red)
JURNALIS : Rani – Hamsar – Cuplis – Serang – Samjaya
KORLIP : Dirwan – Anwar – Rahman
EDITOR : Mustafa
Langsung ke konten














