MEDIAKTUAL.COM – TAKALAR :
Polemik Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2022 Kabupaten Takalar, selama empat hari diwarnai aksi Unjuk Rasa (Unras) tampaknya menemui titik terang.
Apakah tuntutan warga di sejumlah desa itu, diakomodir untuk dibatalkan ataukah tetap akan berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan.
Yang pasti, selama berlangsungnya aksi demo yang sangat meeresahkan para pengguna jalan, toh barulah dihari keempat ini, Pemerintah Kabupaten Takalar, Sulsel mulai buka suara.
Sekretaris Panitia Pemilihan Kepala Desa Kabupaten Takalar Ardiyanto menghimbau, kepada warga yang turun ke jalan sebaiknya membuat laporan terkait gugatan polemik Pilkades.

“Yang tidak terima silahkan masukkan aduan dan penjelasan secara tertulis. Jadi silakan, karena ada posko aduan di kantor (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), ada tim kami menerima,” katanya, Selasa (15/11/2022).
Ardiyanto berjanji, pihaknya akan langsung memproses berkas laporan yang diterima.
Hal tersebut, katanya, dilakukan agar pendukung atau bakal calon kades bisa diberi pemahaman terkait gugatannya.
“Kami langsung balas, secara resmi, secara tertulis, supaya mendapat penjelasan teknisnya. Saya kira itu lebih baik, karena penjelasan kita juga bisa dipertanggungjawabkan karena secara tertulis,” terang Ardiyanto.
Diapun menyarankan untuk menempuh jalur hukum apabila penjelasan yang disampaikan belum juga diterima.
“Kalau masih tidak puas dengan penjelasan kami, silahkan lakukan langkah hukum yang ada. Yah ke pengadilan, bisa langsung ke pengadilan,” tegasnya.

Kendati demikian, Ardiyanto berharap masyarakat mau menempuh langkah-langkah yang sudah disediakan. Tanpa harus turun ke jalan melakukan aksi protes.
“Sebenarnya lebih baik menyampaikan secara teknis dari pada melibatkan banyak orang, katakanlah menyuarakan aspirasinya di jalan karena mengganggu kenyamanan berkendara bagi orang lain. Coba lihat, selama tiga hari akses jalan diblokade, kasihan kan….yang rugi siapa,” tuturnya prihatin.
Kasat Reskrim Polres Takalar Iptu Muh Agus Purwanto menyatakan, penutupan jalan sudah dilakukan 6 kali di titik yang berbeda-beda dalam kurun waktu 4 hari terakhir.
“Kalau untuk kemarin yah terjadi di Aeng Toa, Biring Kassi, Galesong Kota, Sampulungan dan sekitarnya.(r/red)
JURNALIS : Hamsar Tombong
KORLIP : Rahman Samad – Muh Yusuf
Langsung ke konten














