Merasa Dicurangi, Warga Segel Kantor Desa dan Kantor Camat
MEDIAKTUAL.COM – TAKALAR :
Hitung-hitung, sudah tiga hari gelombang aksi Unjuk Rasa (Unras) warga masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Takalar masih terus berlanjut.
Pemicunya, tiada lain, menyoroti kinerja Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) yang bekerja serampangan dan terkesan mencurangi sehingga tak meloloskan bakal calon kades tertentu untuk menjadi peserta pada perhelatan Pilkades Serentak pada medio Nopember 2022.

Enggan menerima cara-cara ‘kongkalikong’ yang dilakukan P2KD tersebut, warga yang merupakan pendukung dan simpatisan oknum balon cakades yang digugurkan itupun ‘berontak’ turun ke jalan.
Selain, melakukan penyegelan Kantor Desa dan Kantor Camat juga memblokade akses jalan trans provinsi Makassar – Takalar.
Terparah, kemacetan panjang kendaraan tak terelakkan di sepanjang poros Galesong.
Para pengguna jalan kelimpungan mencari jalan alternatif gegara aksi penutupan kayu, balok, batu besar dan batang pisang.

Amarah massa kian memuncak, dengan membakar ban-ban bekas yang mengepulkan asap tebal dan membumbung tinggi ke langit wilayah Galesong.
Kini, Senin 14 November 2022, warga Desa Tarembang Kecamatan Galesong Takalar kembali mengepung Kantor Camat Galesong sembari membakar ban bekas dan menutup akses jalan Trans Provinsi.
Pemantauan MEDIA AKTUAL (Cetak & Online) di lapangan terkuak bahwa
kegeraman masyarakat Desa Tarembang, khususnya didua kubu bakal calon kadesnya diduga sengaja digugurkan oleh pihak P2KD, pada Sabtu (13/11/2022).
Hasil pengumuman dari P2KD itulah menyulut amarah dan gejolak massa pendukung di lapangan.
Kendati suasana tegang, namun P2KD Desa Boddia dan Camat Calesong tetap bersikukuh melanjutkan tahapan Pilkades, dan melakukan pencabutan nomor di Kantor Camat secara diam-diam, dibawa pengawasan ketat aparat keamanan yakni Polri dan TNI.

Ketegangan serupa, juga membuncah di Kecamatan Mangarabombang.(Marbo), dimana warga menyegel Kantor Desa dan Kantor Camat disertai pembakaran ban dan menutup jalan hingga memicu kemacetan arus lalu lintas.
Sampai berita ini terpublis, belum ada satupun pihak berkompeten memberikan tanggapan atau keterangan resmi terkait gejolak warga yang menggelar aksi unjuk rasa gegara proses seleksi perekrutan Calon Kades pada Pilkades Serentak Takalar, dinilai sarat kecurangan.
Kegaduhan dan aksi demo yang terjadi di sejumlah titik wilayah di Takalar, umumnya dipicu pasca pengumuman hasil seleksi ujian tertulis yang dilaksanakan P2KD kerjasama IPDN di SMPN 2 Takalar pada tanggal 7 November 2022.
Untuk diketahui, serangkaian aksi demo di poros Galesong, terjadi di Desa Tarembang, Desa Karaeng, Desa Aeng Batu-batu, Kampung Beru, Pakkabba, Sagge Bongga dan Sampulungan.(red)
KORLIP : Rahman Samad – Muh Yusuf
Langsung ke konten














