Kapolda Sulsel Janji Tindak Tegas dan Terukur
MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :
Kelompok kriminal jalanan alias Geng Motor di Kota Makassar dan sekitarnya, memang sudah berada dititik nadir dan harus diberangus sampai keakar-akarnya
Saking meresahkannya. Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana pun dibuat kesal dan geram.
Paling sadis, terjadinya kasus soal pembusuran sehingga pihaknya menjadikan prioritas penanganan kepolisian.
Pasalnya, salah satu jenis senjata tajam ini kerap digunakan pelaku terutama saat perang kelompok.
Menurut kapolda, budaya pembusuran merupakan perilaku yang tidak layak untuk dipertahankan. Sebab, hal itu merupakan tindakan yang tidak manusiawi.
Disebutkan, aksi geng motor ini kerap memicu timbulnya masalah sosial hingga kriminalitas , seperti kekerasan, pencurian, hingga nekat menghiangkan nyawa orang lain.
“Makassar harus aman. Tidak boleh ditolerir apalagi diberi ruang untuk bergerak. Mereka-mereka (pelaku) geng motor ini harus ditindak tegas dan terukur,” tegas Nana Sudjana, pada sejumlah media, saat menggelar kegiatan Donor Darah HUT Humas Polri, berlangsung di Aula Mappaodang Mapolda Sulsel, Senin 24 Oktober 2022.
Dikatakan, upaya tindakan tegas dan terukur harus dilakukan, melihat aksi pelaku yang sadis saat menyerang dan melukai korbannya.
“Saya tegaskan, kami tidak lagi segan-segan mengambil tindakan tegas dan terukur karena sudah semakin merasahkan masyarakat,” ancam Nana Sudjana.
Perwira tinggi kepolisian penyandang dua bintang dipundak itu mengakui, pelaku rata-rata dikategorikan anak di bawah umur.
Tetapi, katanya lagi, perbuatan bukan lagi dikategorikan anak-anak tapi sudah tindak kriminal yang sadis.
Makanya, kapolda mengingatkan, ganjaran yang setimpal harus diberikan, meski para pelaku di dominasi anak di bawah umur.
“Untuk masyarakat, biarkan kami bekerja Inya Allah kita akan jaga kantibmas dan memberangus yang namanya geng motor khususnya di Kota Makassar,” tegas mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Nana Sudjana menghimbau, agar masyarakat ikut.membantu menyampaikan informasi dan melaporkan keberadaan dan kegiatan geng motor yang berpotensi menggamggu situasi kamtibmas.
“Kepada masyarakat kita himbauan untuk menyampaikan kepada Polsek-polsek dan Polres tentang keberadaan geng motor agar dapat ditindaki,” ungkapnya.
Kapolda pun meminta para orang tua untuk memantau dan memastikan anak-anaknya tidak terlibat geng motor.
“Kami Akan lakukan tindak tegas, dan kami akan carikan pasal yang paling berat untuk memberi efek jera. Demikian juga dengan masyarakat yang membawa busur akan kami kenakan undang undang darurat nomor 12 tahun 1951,” bebernya.
Sepanjang 2022, sebut Nana menyampaikan, jumlah kasus pembusuran terjadi di Sulsel sebanyak 41 Kasus. Itu, tersebar di tiga daerah seperti Makassar, Gowa dan Maros.
Sementara, kasus perang antar kelompok, terjadi sebanyak 98 kasus dan mayoritas terjadi di Kota Makassar
Intinya, jelas kapolda, kasus pembusuran, kasus perang antar kelompok, geng motor, akan menjadi PR prioritasnya.
“Kami tetap bertindak secara pre-emtif, preventif, dan represif,” pungkas Irjen Pol Nana Sudjana.(red)
KORLIP : Amir Gassing – Anwar Lasilu
Langsung ke konten














