Tiga Ditikam Satu Tewas Di TKP
MEDIAKTUAL.COM – GOWA :
Sadis, itulah kasus pembunuhan yang terjadi sebuah Kantor Koperasi
Simpan Pinjam bernama PT.Amarta Mikro Finance.
Lokasi kantor, berada di Lingkungan Gangga DesaTamallayang Kecamatan Bontonompo Kab.Gowa Sulsel.
Insiden berdarah ini dilakukan Orang Tidak Dikenal (OTK) dengan menyerang membabi buta kepada tiga karyawan koperasi itu yakni Ismail Bundu(21), warga Kecamatam Bontoramba Jeneponto, Putra Ardiansyah (20), warga Desa Kalebarembeng Bontonompo dan Adytia (21), warga Kevamatan Pattallassang Gowa.
OTK membacok dan menikam korban menggunakan badik saat sedang tertidur pulas, Jumat, 7 Oktober 2022, sekitar pukul 01.45 wita dini hari.
Usai membantai, pelaku langsung melarikan diri dan kabur.
Karyawan bernama Mail meninggal dunia di tempat, dengan luka tikaman yang hampir mengoyak seluruh tubuhnya.
Sementara, dua teman lainnya yang ikut ditikam tengah menjalani perawatan intensif di RS.Padjonga Dg Ngalle Takalar.
Dalam video yang beredar di media sosial, Aditya mengaku melihat pelaku memakai pakaian berwarna hijau.
Namun, wajahnya tak telihat jelas karena korban langsung ditikam secara membabi buta.
Kata Aditya, mereka tidak bisa melawan karena sedang tertidur lelap.
Dia baru tersadar dan melihat seseorang saat sudah ditikam berulang kali.
Sambil memegang kepalanya yang kena tikaman, Aditya pun meminta maaf ke orang tuanya. Ia memohon agar dimaafkan jika punya salah.
“Titip salam sama mamaku. Maafkan nah mak, kalau ada salahku. Bapakku juga,” ungkapnya dengan nafas terengah-engah.

Kasi Humas Polres Gowa AKP Hasan Fadhly membenarkan kejadian tersebut.
Dikatakan, Polres Gowa bersama Polsek Bontonompoi dibantu Tim Inafis RS.Bhayangkara usai melakukan olah TKP.
Informasi yang beredar, terduga pelaku diduga adalah anggota koperasi alias nasabah.
Diduga, pelaku sempat ditagih oleh korban karena tagihannya menunggak.
“Dulu pas pencairan, dia dan suaminya senyum-senyum. Pas sudah dicairkan, kalian punya kewajiban loh bayar angsuran. Kenapa malah emosimu tidak terkontrol dan tega menganiaya orang yang sudah tertidur,” ujar salah seorang karyawan Koperasi Amarta yang mengunggah foto-foto korban.(Dar/red)
KORLIP : Rahman Samad
EDITOR : SS.Nyampsa
Langsung ke konten














