Pemkab Resmi Berlakukan Kenaikan Tarif
MEDIAKTUAL.COM – JENEPONTO :
Buntut kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), memicu sejumlah aksi unjuk rasa di sejumlah daerah di Indonesia.
Imbas naiknya BBM tersebut, ikut mempengaruhi beban operasional transportasi angkutan umum, terutama angkot (pete-pete) sehingga butuh penyesuaian kenaikan tarif.
Khusus di Kabupaten Jeneponton, kalangan sopir pete-pete pun dibuat kelimpungan dan mendesak Pemkab Jeneponto melalui Dinas Perhubungan menaikkan tarif.
Desakan para driver angkot itupun menuai hasil.
Pasalnya, Pemkab Jeneponto resmi memberlakukan tarif baru angkutan mulai berlaku.
Tarif baru tersebut, berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 550/388/2022 tentang penetapan tarif angkutan penumpang umum pada jaringan dalam wilayah Kabupaten Jeneponto.
Sekertaris Daerah Jeneponto, Muh Arifin Nur mengatakan, penyesuaian tarif ini resmi diberlakukan setelah pihaknya menerima aspirasi dari sejumlah sopir angkutan umum.
“Setelah Dinas Perhubungan menerima aspirasi dari para sopir sudah dilakukan langkah-langkah untuk penyesuaian tarif dan sudah dirapatkan sesuai surat keputusan Bupati, ” ungkapnya, Senin 19 September 2022.

Mantan Kadis PU Jeneponto itu menambahkan, alasan pemberlakuan tarif baru ini setelah melihat kenaikan BBM yang berpengaruh terhadap kendaraan umum di Kabupaten Jeneponto.
“Dampaknya kepada masyarakat dan sopir sehingga kita perlu pikirkan bahwa keduanya tak boleh dirugikan dan semuanya sudah kita sesuaikan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jeneponto Aspa Muji menyampaikan persoalan kenaikan tarif angkutan umum di Jeneponto. Kata dia, kisaran kenaikannya antara Rp1000- Rp3000.
“Jadi, tergantung dari jarak tempuh trayek di Kabupaten Jeneponto,. Kisaran kenaikannya antara Rp.1000 – Rp.3000,” sebutnya.
Untuk diketahui, kenaikan tarif ini masih mengerutkan dahi para sopir, dimana saat menggelar aksi mogok pekan kemarin meminta penyesuaian antara Rp.3000 hingga Rp.5000 namun tidak terkabul.
“Sebagai konsumen (penumpang), cocokmi kenaikan ini. Jangan tosseng kelewat naiknya karena rakyat kecil juga mau makan,” tutur Daeng Talli menyarankan.(red)
JURNALIS : AM.Syakhrir Tahir
EDITOR : AMD Wiranda
Langsung ke konten














