banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
NASIONAL & MANCANEGARA

Hindari Korup dan Birokrasi yang Bertele-tele

24
banner 970x250 banner 970x250

Ket.Gambar : Plt.KemenPAN RB Moh Mahfud MD, meresmikan MPP diempatvdaerah di Sulsel, dpusatkan di Plaza MPP Maros.(rep)

banner 468x60

——————————————————–

Mahfud MD Resmikan 4 MPP di Provinsi Sulsel

MEDIAKTUAL.COM – MAROS :

Harus ada revolusi untuk menghindari korupsi dan birokrasi yang bertele-tele.

Demikian, ditegaskan  Plt. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Moh.Mahfud MD, di sela-sela peresmian empat Mal Pelayanan Publik (MPP) sekaligus, dipusatkan di Plaza MPP Kabupaten Maros, Jumat 19 Agustus 2022.

Peresmian tersebut, menjadi momen pertama dalam sejarah sekaligus  adalah bentuk revolusi pelayanan publik sekaligus kolaborasi empat kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kolaborasi seperti ini dapat menjadi suatu percontohan yang positif bagi daerah lainnya, yang tidak hanya memberikan manfaat efisiensi, namun juga sebagai bentuk kesadaran bersinergi,” terang Mahfud.

Dipaparkan, Sulawesi Selatan merupakan pintu masuk kawasan Indonesia Timur memiliki potensi di berbagai sektor yang sangat menjanjikan seperti investasi, pengembangan manufaktur, pariwisata, hingga pengembangan sektor perikanan.

Yang patut diapresiasi, katanya. Perekonomian Sulawesi Selatan berhasil tumbuh 4,65 persen pada 2021, dan pada kuartal kedua tahun ini, Sulawesi memberikan sumbangsih pertumbuhan tertinggi ketiga setelah Jawa dan Sumatera terhadap perekonomian Indonesia.

“Artinya, dengan adanya transformasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menjadi MPP, adalah bukti Provinsi Sulawesi Selatan memajukan potensinya,” jelas Menko Polhukam itu.

Dengab kondisi seperti itu, imbuhnya lagi, tentu wilayahnya dapat lebih dikenal dan dapat memajukan kehidupan ekonomi masyarakat setempat.

Kebijakan MPP, kata Mahfud,  bertujuan memberikan kemudahan berusaha di Indonesia, sekaligus upaya meningkatkan daya saing global.

Gambarannya, teranh dia, tingkat kemudahan berusaha di sebuah negara menunjukkan sejauh mana negara tersebut memberikan situasi kondusif dan suportif bagi para investor untuk menanamkan modalnya.

Juga, peningkatan investasi akan mendukung percepatan proses petumbuhan ekonomi yang secara otomatis akan dapat memberikan multiplier-effect bagi kemajuan pada aspek mendasar seperti kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan.

Dikatakan, program ini merupakan upaya untuk membangun Indonesia dalam bentuk pelayanan.

Apalagi, jelas Mahfud lagi,  arah Indonesia saat ini pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat, untuk kemajuan Indonesia.

Makanya, perpaduan antara pemanfaatan teknologi informasi, pemanfaatan data bersama, serta kolaborasi antar instansi menjadi prinsip utama MPP.

Pelayanan lintas instansi mengalami konsolidasi sehingga menghadirkan pelayanan publik yang mudah, cepat, aman, nyaman, dan terjangkau.

“Semangat kolaborasi ini yang harus terus diperkuat sehingga integrasi pelayanan publik dapat terwujud, baik secara sistem maupun secara budaya kerja,” urai mantan Menteri Pertahanan RI di era Presiden Gus Dur itu.

Sementara itu,  Sekprov Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani mengatakan, MPP adalah salah satu bukti baiknya otonomi daerah.

Pasalnya, MPP di setiap kabupaten dan kota memunculkan kemandirian daerah, serta mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Hayat Ganil menyebut, ada dua hal yang menjadi prioritas dengan hadirnya MPP di Sulawesi Selatan.

Pertama adalah menciptakan kemudahan untuk calon investor.

Dan Kedua,  Dinas PTSP, diharapkan mencari jemput bola investor agar nyaman di Sulawesi Selatan.

“Nah, dua hal ini mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Sulsel menjadi 5.4 persen. Kita berharap tidak berhenti disini, semua komponen menjadi persatuan kekompakan mendorong pelayanan menuju pembangunan berkeadilan,” harapnya.

Untuk diketahui, Sulsel kini memiliki tujuh Mal Pelayanan Publik sehingga di Indonesia sudah terbentuk 63 pelayanan serupa.

Tiap-tiap MPP memiliki keunikan tersendiri yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kabupaten/kota.

Menurut Mahfud MD, bentuk kolaborasi yang positif bagi daerah lain, ini juga menjadi bagian yang dalam menghadapi sebuah kepastian dalam bentuk pelayanan,.

Tiga kabupaten dan kota selain Kabupaten Maros, mengikuti euforia ini secara virtual.

Momen ini,  juga menjadi penguatan perilaku yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi ketidakpastian yang tinggi ditengah pandemi.

Peresmian empat MPPdi Sulsel  tersebut yakni Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Maros, Kabupaten Pinrang dan Kota Parepare.(pemred)

banner 970x250 banner 970x250