banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
EKOBISPAR

Gowa Dorong Penggunaan Pupuk Organik

28
banner 970x250 banner 970x250

Sekda Kamsina Panen Perdana di Manjalling Bajeng Barat

banner 468x60

MEDIAKTUAL.COM – GOWA :

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Kamsina, menghadiri Panen Perdana Budi Daya Padi Organik di Desa Manjalling Kecamatan Bajeng Barat, Selasa 9 Agustus 2022.

Mantan Camat Biringbulu itu berharap, kedepan para petani mampu memanfaatkan penggunaan pupuk organik dalam meningkatkan hasil produksinya.

Sekda pun  mengapresiasi Panen Padi Organik Perdana yang dilaksanakan oleh Perusahaan Daerah Holding Company Gowa Mandiri.

Menurutnya,  penggunaan pupuk organik ini bisa dilakukan para petani di seluruh kecamatan yang ada.

Apalagi, terang Kamsina, penggunaan pupuk organik tidak menggunakan biaya yang besar.

“Saya berharap pupuk organik ini bisa menyeluruh ke 18 Kecamatan dan hasil pertanian bisa lebih meningkat. Membuat pupuk organik ini tidak terlalu banyak modalnya,” katanya.

Sekda Gowa menekankan, pentingnya mengelola lahan-lahan pertanian yang produktif agar dijaga dengan baik dan didorong untuk bisa berproduksi tiga kali dalam setahun.

Sementara itu, Direktur Utama PD Holding Company Gowa Mandiri, Rahmansyah mengatakan kegiatan budi daya padi organik ini sebagai langkah pemberdayaan petani untuk mandiri dan pemanfaatan kearifan lokal atau sumber daya lokal untuk menjadi pupuk padat, pupuk cair (poc), serta Pestisida Nabati Organik (pesnab).

Rahmansyah menyebutkan bahwa budi daya padi organik dilaksanakan di tiga kecamatan di Kabupaten Gowa dengan total luasan 100 Ha, yaitu Kecamatan Bajeng, Bajeng Barat dan Kecamatan Pallangga.

“Khusus di Desa Manjalling Kecamatan Bajeng Barat ada 5 Ha. Kemudian di Kecamatan Bajeng Desa Lempangan seluas 52 Ha, Desa Pannyangkalang 5 Ha, dan di Kecamatan Pallangga 23 Ha di Desa Panakkukang dan 15 Ha di Desa Julupamai,” kata Rahmansyah.

Berdasarkan lahan yang sudah panen, budi daya padi organik menurut Rahmansyah target tercapai, yaitu mampu menghasilkan 6 ton/ha.

Disebutkan berat rata – rata Gabah Hasil Panen (GKP) 60 kg perkarung dengan karung ukuran 50 kg.

“Hasil beras yang di giling dengan penggilingan biasa 100 Kg Gabah Kering Giling (GKG) menjadi 66 kg beras. Artinya bulir padi berisi dan kualitas gabah hasil panen bagus dengan rendemen 66 persen,” jelas Rahmansyah.

Diharapkan, kedepan dari 100 Ha ini ditingkatkan 500-1000 Ha di Kabupaten Gowa dan perlu sarana pendukung, Rice Milling Unit (RMU) kapasitas 1,5 ton/jam dan Dryer (Pengering) kapasitas 30 ton/jam.

Turut hadir, Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel Kemal Redindo Syahrul, Ketua DPRD Kabipaten Gowa, Rafiuddin, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Fajaruddin, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Gowa Asriawan dan para kelompok tani.(red)

KORLIP : Yusuf – Anwar – Idris Tobo

EDITOR : SS.Nyampa

banner 970x250 banner 970x250