Perusda Holding Company Gowa Gebrak Pengembangan Pupuk Organik
MEDIAKTUAL.COM – GOWA :
Penggunaan pupuk dan pestisida yang mengandung unsur kimia bisa dipertimbangkan, tak dapat diabaikan dan menemukan solusi serta alternatif yang tepat sehingga tak berefek-berdampak terhadap eksistensi manusia, sumber daya manusia(SDM) dan alam, sumber daya alam(SDA) utamanya komoditas padi yang merupakan bahan makanan pokok sekaligus perbaikan struktur tanah.
Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah(Perusda) Holding Company Gowa, DR.H.Rahmansyah, M.Si menguji-cobakan dan mengembangkan penggunaan pupuk organik yang bersumber dari potensi kearifan lokal menjadi pupuk padat, cair dan pestisida nabati organik seputar lingkungan hidup petani.
Daeng Sijaya sapaan akrab Doktor H. Rahmansyah yang menakhodai Perusda Holding Company Gowa, eksperimen(Uji – coba) pupuk organik terhadap Tanaman padi tanpa unsur kimia di Wilayah Kec Bajeng, Bajeng Barat dan Kec Pallangga seluas 100 Ha, berhasil, membanggakan dan menggembirakan semua kalangan khususnya petani.
Betapa tidak, produktivitas pertanian khususnya tanaman padi di atas angka 6 ton /Ha dengan berat hasil panen 60 kg/karung ukuran 50 kg.
Penggunaan pupuk organik ungkap Dirut Perusda Holding Company Gowa yang energik dan komunikatif, mendatangkan seorang ahli, Mas Insang dari Jawa yang kini bermukim dikediamannya dengan menjamin kebutuhan dan kesejahteraannya demi kemaslahatan dan kepentingan petani di Daerah yang berjuluk Gowa Bersejarah.
Eksperimen yang dinilai berhasil seluas 100 Ha, insyaa Allah kedepan naik tajam jangkauan luas 500 hingga 1000 Ha.

Daeng Sijaya menyebutkan, produksi padi penggilingan gabah jadi beras dalam 100 kg gabah kering giling(GKG)menjadi 66 kg beras berarti bulir padi berisi padat dan berkualitas tinggi berendemen 66 persen.
Menurutnya, produksi padi yang yang ber kuantitas dan berkualitas membutuhkan, bahkan memerlukan sarana pendukung rice milling unit(RMU)berkapasitas 1,5 ton dan dryer (pengering) berkapasitas 30 ton/jam.
Selain itu lanjutnya, membutuhkan lantai jemur yang bermuara sekam bakar yang dapat pula menjadi pupuk padat organik.
“Jadi semua aman dan terkendali aspek kesehatan manusia dan terbebas dari unsur bahan kimia, memperbaiki struktur tanah dan memberdayakan potensi kearifan lokal,”tuturnya di ruang tamu sore Rabu 10 Agustus 2022. (red)
KORLIP : Anwar – Yusuf
EDITOR : Burnas Omank
Langsung ke konten














