banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
EKOBISPAR

Mentan SYL Lepas Ekspor Porang Takalar

42
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – TAKALAR :

banner 468x60

Diam-diam, ternyata Kabupaten Takalar Sulsel berhasil mengembangkan tanaman porang yang berkualitas.

Betapa tidak, tanaman sejenis umbi-umbian yang bisa diolah sebagai bahan kue dan kosmetik itu menjadi komoditi ekspor yang banyak diminati pangsa pasar dunia, terutama Negara China.

Besarnya permintaan komoditi Porang tersebut, Pemkab Takalar pun mengundang Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, untyk melepas ekspor chip porang ke Cina.

Tercatat sebanyak 110 ton atau senilai Rp 4 miliar, berlangsung di Pabrik Oorang PT Insan Agro Sejahtera di Dusun Panjojo, Desa Lassang Barat, Kecamatan Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sabtu, 9 Juli 2022.

Ekspor porang tersebut, merupakan yang perdana setelah dibuka kembalinya pintu ekspor ke negara Cina yang sempat ditutup dua tahun, sehingga ini menjadikan harga porang kembali tinggi.

“Apa yang kita lakukan ini adalah agar kehidupan petani menjadi lebih baik dari tahun ke tahun, khususnya petani porang. Memang China telah menutup impor porang dari Indonesia kurang lebih dua tahun, dan hari ini diawali di Takalar secara nasional kita mengirimnya,”  kata Mentan SYL.

Dikatakan, keberhasilan Indonesia khususnya Kementerian Pertanian membuka kembali ekspor porang ini atas perjuangan keras.

Pasalnya, terang mantan Gubernur Sulsel itu, China menetapkan protokol persyaratan teknis yakni harus teregistrasinya hingga lahan atau daerah penghasil porang dengan baik oleh Cina.

“Ini menjadi aturan-aturan supaya ekspor porang ke Cina bisa diterima lagi. Alhamdulillah hari ini kita telah penuhi sehingga adanya pergerakan ekspor porang ke Cina kita berharap harganya berangsur naik,” ungkapnya.

SYL menyatakan, dalam upaya meningkatkan nilai dan menggairahkan budidaya porang sebagai komoditas ekspor, negara tujuan ekspor porang tidak hanya ke China tapi juga Kementan mengupayakan menjalin kerja dengan negara-negara lainnya.

Selanjutnya, Kementan melakukan upaya diversifikasi produk porang untuk meningkatkan nilai tambah yang diterima petani.

Porang ini tidak hanya untuk beras porang sebagai makanan sehat yang zero gula. Tapi juga digunakan sebagai bahan kosmetik dan obat-obatan dalam dunia farmasi.

“Saya harapkan produk porang ini tidak sebatas bentuk chip, tapi hingga produk olahan seperti tepung dan mie porang. Ini yang harus kita capai,” pinta SYL.

Hal lain, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi, menambahkan, dibukanya pintu ekspor porang ke China ini adalah angin segar bagi petani Indonesia.

Makanya, kata dia, Kementan mendorong petani untuk memperluas budidaya yang dibantu dengan memberikan bantuan bibit, pupuk dan pendampingan serta fasilitas pinjaman modal melalui KUR. 

“Kepada petani, kami berharap agar dapat mendorong anggotanya terutama yang berskala besar untuk bergandengan tangan dalam kemitraan dengan industri pengolahan sehingga industri pengolahan kecil tersebut dapat berkembang untuk melakukan bisnis yang saling menguntungkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Karantina Makassar Luthfi Nasir, mengatakan, penantian panjang dibukanya ekspor porang ini setelah General Administration of Customs of The People’s Republic of China (GACC) menyelesaikan penilaian resiko keamanan pangan dengan pembukaan akses masuk serpih porang ke China.

“PT Insan Agro Sejahtera merupakan salah satu perusahaan yang berhasil memperoleh rekomendasi tahap pertama yang telah diajukan Badan Karantina Pertanian kepada GACC di Bulan Maret 2022 yang ditandai dengan diterbitkannya nomor registrasi GACC pada system China Import Food Enterprise Registration (CIFER),” sebutnya.

Menurut data Balai Besar Karantina Pertanian Makassar, sepanjang 2018 hingga 2020 ekspor porang ke negara Cina telah mencapai 1.052 ton.

Ekspor porang tidak hanya ke Cina, tapi juga ke beberapa negara yakni Chili, Hongkong, Laos, Malaysia, Thailand dan Vietnam.

Turut hadir, Wakil Bupati Takalar H.Achmad Dg Se’re, unsur Forkopimda, para pimpinan OPD dan stakeholder lainnya.(red)

PEWARTA : Hamsar Tombong

EDITOR : Mustafa

banner 970x250 banner 970x250