Bupati Adnan : Kekayaan Suatu Daerah Ditentukan Mutu SDM
MEDIAKTUAL.COM – GOWA :
“Kekayaan suatu bangsa dan daerah itu tidak ditentukan karena Sumber Daya Alam (SDA)nya. Tetapi, kekayaan suatu daerah itu ditentukan dari mutu SDM nya”.
Demikian, disampaikan Bupati Gowa DR.H.Adnan Purichta Ichsan, saat menghadiri Rapat Koordinasi dalam Rangka Sinkronisasi dan Harmonisasi Penyelenggaraan Pemerintahan, Pelaksanaan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Gowa, Kamis 30 Juni 2022.
Pertemuan yang dihelat di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, dihadiri Sekda Kamsina.
Jga hadir, Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Gowa, Firman Jamaluddin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Muh Basir, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Rieke Susanti.
Ditekankan bupati, selama ini pihaknya terus berupaya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas dengan mendorong kualitas sektor pendidikan.
Kini, sebutnya, Pemkab Gowa menggagas sebuah terobosan baru melalui program SATU SARJANA SATU DESA dan KELURAHAN, dengan menggadeng pemerintah desa dan kelurahan.
Bupati Gowa dua periode itu menyatakan, daerah dan bangsa yang memiliki SDM yang baik, maka yakin dan percaya daerah, bangsa, dan negara tersebut pasti akan maju.
Adnan lantas mencontohkan negara yang tidak memiliki SDA tetapi unggul dari segi SDM.
“Seperti Singapura yang tidak memiliki SDA yang cukup. Tetapi kenapa Singapura bisa maju?. Karena dia mempersiapkan dan membangun SDMnya,” paparnya.
Adnan, yang juga Sekjen APKASI itu menyebut, membangun SDM sangat berbeda dengan membangun infrastruktur.
Pasalnya, kata dia, membangun infrastruktur hasilnya bisa langsung kelihatan dalam waktu satu hingga dua tahun kedepan, tetapi membangun SDM adalah investasi jangka panjang hasilnya bisa dirasakan 15 hingga 20 tahun kedepan.
“Ini program jangka panjang yang kita persiapkan memang dari sekarang untuk Kabupaten Gowa yang lebih baik lagi di masa yang akan datang,” terangnya.
Adnan berhatap, SDM yang baik dan unggul harus dipersiapkan dari sekarang. Apalagi Indonesia menuju Indonesia Emas yang diperkirakan pada tahun 2045
Salah satu indikator Indonesia Emas 2045 adalah bonus demografi, dimana usia produktif lebih besar dibandingkan usia yang non produktif.

Artinya, jelas bupati lagi, akan lebih banyak anak mudanya. Kalau lebih banyak anak mudanya, maka harus dipersiapkan dari sekarang,” ujarnya.
Nantinya, sebut Adnan, setiap desa dan kelurahan akan mengirim anak berprestasi untuk kuliah di univeristas yang telah diajak kerjsama menggunakan dana desa dan dana kelurahan.
“Kita menggandeng desa dan kelurahan karena kita tahu di desa maupun kelurahan ini banyak sekali anak-anak berprestasi yang hebat dan pintar tetapi tidak punya biaya untuk berkuliah. Itulah yang harus kita pikirkan. Mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai UUD 1945 menjadi tugas dan tanggungjawab pemerintah,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pedidikan Kabupaten Gowa, Ulfa Tenri Batari menyebutkan untuk tahun ajaran 2022/2023 Pemkab Gowa akan menggandeng 5 (lima) perguruan tinggi di Sulawesi Selatan.
“Dari 22 universitas negeri maupun swasta yang ada di Sulawesi Selatan, ada lima universitas yang bersedia untuk bersama dengan kita di tahun akademik 2022/2023. Ada tiga universitas negeri dan dua universitas swasta,” ungkapnya.
Kelima universitas tersebut yaitu, Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dan Universita Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.(red)
JURNALIS : Rani – Serang – Inding – Cuplis – Samjaya
KORLIP : Yusuf – Dirwan – Anwar – Idris
WANRED: Tajuddin Ngawing
Langsung ke konten














