banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
EKOBISPAR

Gowa Kembangkan Demplot Tanaman Jagung

85
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – GOWA :

banner 468x60

Demplot tanan jagungmerupakan inovasi teknologi budidaya dalam rangka meningkatkan kualitas komoditas pertanian.

Inovasi teknologi tersebut, menjadi salah satu program yang kini terus dikembangkan Kementerian Pertanian RI untuk meningkatkan produksi jagung petani.

Artinya, denganntanaman demplot jagung,  bisa memiliki tongkol dua atau lebih, jika dibandingkan selama ini tanaman jagung hanya memiliki satu tongkol.

Ha tersebut, disampaikan Menteri Pertanian RI  Syahrul Yasin Limpo didampingi Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, saat meninjau produktivitas jagung dan padi di Desa Karebasse, Kecamatan Bontonompo, Minggu (26/6).

“Hari ini bersama Pak Mentan kunjungan melihat percontohan demplot tanaman jagung di Bontonompo, khusus di Desa Karabasse yang mencapai sekitar 5 hektar,” kata Adnan.

Bupati Gowa dua periode itu menyatakan, proses demplot tanaman jagung di Kecamatan Bontonompo yaitu merupakan sebuah inovasi teknologi budidaya dalam rangka meningkatkan kualitas komoditas pertanian yang ditanam.

Misalnya, kata dia, dengan proses ini tanaman jagung bisa memiliki tongkol dua atau lebih, jika dibandingkan selama ini tanaman jagung hanya memiliki satu tongkol.

“Kalau tongkolnya semakin banyak pendapatan petani semakin bagus. Tentu ini menjadi sebuah cara untuk bisa meningkatkan perekonomian petani,” ungkapnya.

Selain itu, papar Sekjen APKASI, untuk proses awal inovasi demplot jagung ini digarap sekitar 5 hektar (Ha).

Jika berhasil, terangnya, maka akan dikembangkan menjadi 100 Ha hingga 1000 Ha.

Adnan  berharap, demplot jagung yang di Bontonompo ini berhasil dengan baik.

Apalagi, imbuhnya lagi, kedepan luasan lahannya bisa lebih di tingkatkan lagi dan mampu menambah pendapatan para petani.

“Kalau ini berhasil, Kabupaten Gowa bisa menjadi percontohan, sehingga kabupaten dan kota lainnya di Sulsel bisa belajar disini sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani yang ada di Sulsel secara keseluruhan,” jelas bupati.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementerian Pertanian akan selalu siap mendukung daerah dalam mengembankan pertanian.

Menurutnya, pertanian adalah komoditi yang menjanjikan keuntungan bagi semua pihak.

“Pertanian ini menjadi makanan, dia menjadi lapangan kerja, membackup ekonomi, dan itu menjadi pilihan kita kedepannya,” ujar mantan Gubernur Sulsel dua periode itu.

Mentan SYL menyebut, pertanian di daerah dan Indonesia secara keseluruhan harus dapat terus ditingkatkan, terutama dalam menghadapi krisis pangan dunia.

“Kita berharap krisis pangan dunia tidak berpengaruh pada kita dan kita berharap seperti itu tapi kalau ada rembesannya masuk ke kita, daya tahan kita kuat karena para bupati dan gubernur mempersiapkan pangan masing-masing,” pungkasnya.(red)

KORLIP : Yusuf – Idris Tobo

EDITOR : Tajuddin Ngawing

banner 970x250 banner 970x250