banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
NASIONAL & MANCANEGARA

Bendera SASKIA Inovasi Bantaeng Menasional

45
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – JAKARTA :

banner 468x60

Di era kekinian, daerah yang sarat kreasi dan inovasi, dipastikan Kabupaten Bantaeng Sulsel lah pusatnya.

Betapa tidak, dari sekian banyak inovasi yang digagas, satu diantaranya cukup prestisius an meraih prestasi nasional.

Prestasi tersebut yakni Inovasi puskesmas yang dikenal BENDERA SASKIA.

Inovasi ini, sederhana dan bisa diterapkan siapa saja.

Juga, efektivitasnya sangat ampuh untuk menekan angka kematian ibu dan anak.

Hal tersebut, disampaikan Bupati Bantaeng Dr. H. Ilham Syah Azikin M.Si dalam kunjungannya ke Kantor Kompas.com di Jakarta, Jumat 17 Juni 2022.

Bupati jebolan IPDN-STPDN Jatinangor itu memaparkan, Bendera Saskia masuk dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) tahun 2020 yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Juga, masuk dalam 5 Pemenang Outstanding Achievement Of Public Service Innovation 2020.

Selain itu, sebut Ilham Azikin, Bendera SASKIA pernah memperoleh penghargaan pada tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yakni Top 30 inovasi pelayanan Publik SulSel.

Dikatakan, sebelum diadopsi di desa-desa Bantaeng, Bendera Saskia merupakan produk Inovasi dari Puskesmas Sinoa di Kabupaten Bantaeng.

Saskia merupakan singkatan dari Satu Bendera Satu Sasaran Kesehatan Ibu dan Anak, merupakan bendera penanda yang diberikan pada sasaran kesehatan ibu dan anak.

“Benderanya dipasang di depan rumah sebagai penanda, semua orang bisa melihatnya. Inovasinya sebenarnya sederhana dan bisa ditiru siapa saja,” terang bupati.

Tak heran, imbuhnya lagi, jika inovasi Bendera Saskia sering disebut sebagai kiblat inovasi puskesmas-puskesmas bukan saja di Bantaeng tapi juga di seluruh Indonesia.  

Ilham mengurai bahwa Inovasi ini tak hanya diterapkan di Desa Sinoa. Pada 2017, Bendera Saskia mulai diadopsi di desa lain yaitu Bonto Bulaeng dan Bonto Maccini.

Bak gayung bersambut, pada tahun berikutnya, adopsi inovasi ini juga dilakukan di empat desa lainnya, yaitu Bonto Tiro, Bonto Karaeng, Bonto Majannang, dan Bonto Mate’ne.

Hasilnya, jelas bupati, menunjukkan dampak positif terhadap pelayanan kesehatan ibu dan anak.


Artinya, kata dia, engan Bendera Saskia, ibu atau anak balita yang menjadi sasaran program dengan mudah ditemukan oleh petugas yang berkunjung.

“Dampaknya, kesehatan ibu dan anak dapat terpantau secara berkelanjutan,” pungkas Ilham Azikin.

Indikator lainnya yaitu berupa kepedulian keluarga, masyarakat, dan pemerintah desa yang meningkat seiring dengan persalinan dengan tenaga dan fasilitas kesehatan yang sudah mencapai 100 persen.

Tak hanya itu, angka ibu hamil berisiko tinggi juga menurun karena pengecekan status kesehatan ibu hamil terpantau secara berkala oleh perugas.

Balita dengan gizi kurang turut menurun dan penanganan balita gizi kurang meningkat jadi 100 persen. Akhirnya, angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan hingga nol. 

Inovasi Bendera Saskia diikuti dengan penyediaan fasilitas lainnya yaitu mobil sehat.

Pemerintah desa mengadakan program mobil sehat yang bisa digunakan untuk memfasilitasi ibu hamil, bayi, dan balita untuk melakukan persalinan, pemeriksaan, dan pergi ke posyandu.

Menyambangi media nasuonal itu, Bupati Ilham Azikin didampingi Asisten III Bidang Administrasi Asruddin, S.IP, M.Si, dan Kepala Bagian Aset dan Perencanaan Sekretariat Daerah Bantaeng H. Abdul Karim, SKM, M.Si. (r/red)

WANRED : Mustafa – Tajuddin Ngawing

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250