MEDIAKTUAL.COM – BARRU :
Setelah sekian tahun bermasalah soal kepemilikan lahan proyek rel Kereta Api (KA) Trans Sulawesi, khususnya di Kabupaten Baaru, Pangkep dan Maros, kini Kemenhub RI seakan tak mau lagi mendengar alasan bahwa masih ada lahan yang sengkarut.
Intinya, proyek strategis nasional ini (KA) mesti beroperasi pada Bulan Oktober 2021 dan mendesak Pemprov Sulsel untuk ‘action’ di lapangan.
“Oercepatan progres jalur Kereta Api ini harus dilakukan agar dioperasikan segera Oktober 2022, sesuai visi-misi presiden Joko Widodo”.
Penegasan tersebut, disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, usai meninjau stasiun dan jalur Kareta Api di Pekkae dan Pelabuhan Garongkong, bersama Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman, Bupati Barru Suardi Saleh dan Forkopimda, Sabtu 28 Mei 2022.
Menurut Menhub, kereta api di Kabupaten Barru akan bekerjasama dengan PT Tonasa dan Bosowa untuk jalur transportasi ke Pelabuhan Garongkong.
Harapan Menhub tersebut, direspon langsung Bupati Suardi Saleh bahwa Pemkab Barru sudah siap terkait penggunaan stasiun Kareta Api dan Pelabuhan Garongkong dan lainnya.
“Kami juga sudah siapkan Perusda dan bekerjasama PT.Pelindo di Pelabuhan Garongkong,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman mengucap terimakasih atas kehadiran Menteri Perhubungan di Sulsel.
Apalagi, katanya, bulan Oktober harus diramoungkan semua, kemudian rute harus benar-benar perhatian kita semua, terkait stasiuan kareta api, harus kita melihat kondisi adat masyarakat.

“Kami pihak Pemprov Sulsel, siap, dan Pelindo juga, dan melalui juga perusda, terkait desain-desain yang ada dijalan,” pungkasnya.
Gubernur pun memberi masukan, agar adanya perubahan-perubahan yang terlihat bagus saat dilewati jalur Kareta Api.
Tujuannya, agar para wisatawan yang melintas bisa tertarik dan merasa senang menikmati pemandangan.
“Sesuai perintah Presiden Jokowi, Insya Allah, kesiapan kita, pada bulan oktober 2022 untuk Kareta Api, akan segera beroprasi,” terang Sudirman Sulaiman.
Disebutkan, sudah ada pusat aktifitas kuliner, wisata sekitar stasiun, dan jalur rel terus dikoordinir.
“Kita sepakat bulan 10 sudah bisa beroperasi kereta Api kita ini dan harus lebih steril,” pungkasnya.(red)
JURNALIS : Mansur – Inding – Rani – Samjaya – Serang
REDAKTUR : Mustafa
Langsung ke konten














