banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
HUKRIM

‘Gagal Doti Pelor Bertindak’

50
banner 970x250 banner 970x250

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Cinta Segitiga di Jl.Danau Tanjung

banner 468x60

MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :

Serangkaian hasil lidik dan penyidikan yang dilakukan aparat Polrestabes Makassar, terkair kasus  penembakan yang merenggut nyawa Najanuddin Sewang, oknum ASN Dinas Perhubungan Makassar, 3 April 2022, kian menunjukkan titik terang.

Dengan motif asmara ‘cinta segitiga’ yang melibatkan mantan Kasatpol PP Kota Makassar Muh Ikbal Asnan (MIA) dengan korban, terkuak banyak cerita miris dan sulit diterima nalar.

Pasalnya, melihat latar belakang para pelaku, terutama MIA sebagai ‘otak’ pembunuhan, serasa sulit diterima akal sehat mengingat dirinya seorang pejabat dan terpelajar.

Belakangan, karena dipicu nafsu, egoistik dan emosional berlebihan, membuat MIS mengambil jalan pintas dan tersulut  api cemburu hanya karena kepincut seorang janda cantik bernama Rachnawati, yang berprofes ASN Dishub Makassar.

Hasil reka adegan (Rekonstruksi) selama dua hari yang digelar Polda Sulsel, terkuak sejumlah fakta mencengangkan, Kamis – Jumat (19-20/5/2022).

Di sejumlah lokasi rekonstruksi yang diperankan para pelaku, paling memantik atensi pukblik yaitu adegan lempar telur santet (Bhs Makassar : Doti’).

MIA, mengirim guna-guna melalui perantara tersangka Muhammad Asri  bersama seorang saksi bernama Sahabuddin.

Lokasinyanya, di kediaman korban di Residence Alauddin Blok K, Jalan Sultan Alauddin.

Asri dan Sahabuddin berboncengan motor melintasi jalan depan rumah korban,. Mereka membawa “kiriman” santet.

Sahabuddin mengendarai motor dan membonceng Asri sembari melempar botol berisi air minum ke dalam teras rumah korban.

Keduanya, sempat bertukar posisi,  melemparkan sebutir telur ke dalam teras rumah korban.

Sayang, Doti’ alias ilmu hitam yang dikirimkan tidak mujarab dan ampuh untuk membunuh korban.

Ironisnya, tersangka Asri yang juga ajudan pribadi MIA ‘bernyanyi’ menerima uang Rp20 juta, untuk diberikan kepada seorang anggota polisi bernama Sulaiman, yang juga sebagai tersangka.

Selanjutnya, Asri menemui tersangka lainnya yakni Chaerul Akmal di Masjid Brimob Pa’baeng-baeng dan memperkenalkan dirinya jika berteman Sulaiman.

Mirisnya, Chaerul Akbar, oknum anggota Brimob itu sempat menyamar jadi driver  Ojol.

Dia berkamuflase dibalik jaket kuning milik salah satu perushaan ojek online.

Usai menembak Najamuddin dij perempatan Jalan Danau Tanjung-Manunggal, Chaerul Akmal kabur ke arah Tanggul Patompo.

Tersangka, nerusaha menghilangkan jejak dengan membuang jaket kuning termasuk selongsong peluru miliknya, yang merupakan barang bukti.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Reonald Truly Sohomuntal Simanjuntak menyebut,
sedikitnya, ada 28 adegan yang diperagakan para tersangka dalam proses rekonstruksi.(r/red)

JURNALIS : Inding –  Rud Serang – Mud Cuplis – Mat Rani – Samjaya

KORLIP : Ngemba –  Darla – Anwar – Dirwan

EDITOR : Andi Dirga Wiranda

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250