Bupati Ilham Syah Azikin dan Isteri Melayat di Rumah Duka
MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :
Innalillahi Wainnailahi Rajiun. Pamong senior yang cukup lama malang-melintang di dunia pemerintahan itu, meninggal dunia.
DR. H.Muh Said Saggaf,M.Si, putra tulen Mandar itu adalah sosok familiar, termasuk bagi rekan-rekan insan pers di Sulsel maupun Sulbar.
Kabar meninggalnya Said Saggaf, beredar luas di jagat maya, setelah sekian tahun berjuang melawan penyakit yang diidapnya hingga pada Senin 16 Mei 2022,, almarhum mengembuskan nafas terakhir di kediamannya Jl.Hertasning Utara III Nomor 16 Makassar.
Mendengar berita duka tersebut, Bupati Bantaeng H.Ilham Syah Azikin pun bersama isteri Hj.Sri Dewi Yanti menyempatkan diri melayat di rumah pribadi Almarhum.
Kehadiran pejabat lulusan IPDN-STPDN Jatinangor untuk mendoakan Alm.HM.Said Saggaf, memang patut diapresiasi.
Pasalnya, mendiang Said Saggaf, jauh sebelum didapuk mengemban amanah rakyat sebagai Bupati pertama Kabupaten Mamasa Sulbar periode 2003 – 2008, diapun pernah menjadi orang nomor wahid di daerah berjuluk Butta Toa sebagai Bupati Bantaeng periode 1993 -1998.
Selanjutnya, Said Saggaf digantikan oleh ayahanda Bupati Ilham Azikin yakni DR.H.Azikin Solthan, M.Si sebagai Bupati Bantaeng periode 1998 hingga 2008.
Kini, jenazah almarhum diberangkatkan bahkan sudah tiba ke Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dan disemayamkan di rumah duka, tepatnya di Lantora, Kecamatan Polewali.
Rencananya, pada Ba’da Ashar, almarhum akan dikebumikan di pemakaman keluarga “La Sida” Lantora.
Untuk diketahui, sebekum terpilih menjadi Bupati Mamasa berpasangan Victor Paotonan melalui pemilihan Parlemen, Said Saggaf sempat ditunjuk oleh Gubernur Sulsel Alm HZB.Oalaguna sebagai Penjabat (Pj) Bupati Mamasa.

Saaat duduk disinggasana, Said Saggaf nurni mulai action dari nol, dengan sikon Mamasa kala itu sangat jauh tertinggal pasca pisahnya dari Kabupaten Polmas.
Ditangan Said Saggaf, gebrakan dan terobosan sana-sini dibenahi, membangun prasarana dasar, infrastruktur, sarana pendidikan, pariwisata, kesehatan dan pertanian.
Almarhum pun berobsesi mewujudkan Mamasa sebagai Kota Wisata, dengan potensi SDA dan eksostis alam serta ragam budaya yang punya nilai jual cukup tinggi.
Yang spektakuker, di pemerintahan Said Saggaf, berhasil membuat perubahan mendasar yaitu mengubah mindset atau pola pikir dan perilaku aparatur.
Dalam waktu singkat, Small is Beautiful tercipta menjadikan Mamasa sebagai Kota Mungil, Cantik nan Elok.
Sejumlah akses jalanan antar kecamatan dan desa meningkat serta mobilitas perekonomian jadi lancar.
Dan yang paling tokcer, HM.Said Saggaf sukses merangkul seluruh elemen masyarakat untuk membangun toleransi antar umat beragama.
PEMRED : Ardi Tahir
Langsung ke konten














