banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
PENDIDIKAN

PGRI Mesti Siap Hadapi Lima Tantangan Besar

52
banner 970x250 banner 970x250

PGRI Wajo Gelar Konkerkab II di Sengkang

banner 468x60

MEDIAKTUAL.COM -WAJO :

Konkerkab II ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Ir. Armayani, M.Si membuka Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) II PGRI Kabupaten Wajo.

Konferkab tersebut,  dihadiri 14 PGRI kecamatan serta para pengurus dan anggota PGRI Kabupaten Wajo, dihelat di Kota Sengkang, belum lama ini.

Wakil ketua PGRI Sulsel Dr. H. Basri, S.Pd., M.Pd dalam keterangannya menyampaikan bahwa ada lima tantangan terbesar bagi PGRI kedepannya.

“Pertama itu materi kurikulum, baik itu SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi sudah dapat diakses oleh para siswa dan orang tua melalui internet sehingga memungkinkan para guru dapat ketinggalan informasi apabila guru tidak meningkatkan kompetensinya,” ungkapnya

Kedua, paparnya, maraknya aplikasi-aplikasi kelompok belajar siswa yang memungkinkan siswa lebih mengetahui dari pada gurunya. Ini para guru dituntut melek teknologi atau TIK serta melek metode belajar digitalisasi.

Ketiga, imbuh Basri yang mendapat gelar doktor dengan predikat cumlaude adalah saat ini Indonesia memasuki fase 4.0 bahkan saat ini menuju fase 5.0.

“Ini guru tidak boleh ketinggalan,” tegasnya.

Keempat, urainya lagi, pendidik itu harus menyentuh aspek-aspek manusia keseluruhan, baik itu IQ (Intellectual Quotient) artinya taraf kecerdasan intelektual, EQ atau lebih tepat disebut EI (Emotional Intelligence) artinya kecerdasan emosi, sedangkan SQ atau lebih tepat disebut SI (Spiritual Intelligence) artinya kecerdasan ruhaniah, seperti di Sulsel ada literasi kitab suci.

Kelima, bagaimana guru dapat mengembangkan metodologi pembelajaran yang adaptif dan menyenangkan, jadi terkait persoalan pendidikan harus dijawab oleh PGRI melalui kompetensi guru.

“Apabila diibaratkan sebuah tim sepak bola, Bupati adalah pemilik klub, Sekda adalah manejer klub dan PGRI adalah pelatihnya. Sehingga melalui kepelatihan di PGRI, kami dapat menghasilkan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Artinya kami dapat menghasilkan guru yang profesional, memiliki skill dan metode pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan masa depan, apa itu, adalah pembelajaran yang adaptif dan menyenangkan. Apalagi ditahun 2022 ini, sudah menjadi tuntutan nyata bagi guru,” pungkasnya.

Wakil ketua PGRI Sulsel menutup pidatonya dengan pekikan, Hidup Guru, Hidup Guru, Solidaritas, Siapa Kita ? Indonesia.

Turut hadir dalam Konkerkab ini, Dewan Pembina PGRI Wajo, Jasman serta para dewan penasehat PGRI Kabupaten Wajo.(red)

PEWARTA : Andi Burhanuddin

banner 325x300 banner 970x250 banner 970x250