MEDIAKTUAL.COM – MAKASSAR :
Pandemi membuat pemerintah berpikir keras, khususnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, dan ini memang soal yang sangat urgent untuk dicarikan solusinya.
Sebab selama masa pandemi dua tahun terakhir efektifitas pembelajaran disekolah tidak optimal. jika tidak dapat diurai benang merahnya bidang pendidikan kita akan kedodoran kualitas.
Kaitan diatas Kepala clCabang Dinas Wilayah XII yang ditemui di Kantor Disdik memberikan komentar, Ia menilai akibat Pandemi covid 19, tidak bisa disanksikan pengaruhnya cukup besar khususnya pencapaian nilai siswa ditingkat terakhir.
Menurut dia, selama ini efektifitas pembelajaran disekolah, karena siswa maupun guru kurang ” fresh”belajar dan mengajar ranpa tatap muka karena merupakan kebiasaan lama yang tiba-tiba berubah 180 derajat.
” Ini yang menjadi kendala utama dan sangat mencemaskan akan pencapaian kualitas ditahun ajaran ini ” jelas Drs.Muhammad Arafah, M.Pd yang mulai mengabdi selaku PNS tahun 1989..
Ia menjelaskan untuk menyiasati kondisi ini Ia menghimbau para guru agar meningkatkan kapasitas mengajar dan peningkatan pembobotan mengajar.
Selain itu, terus memantau siswa agar tetap aktif mengikuti kegiatan belajar sistem Daring meski tidak biasanya.
“Alhamdulillah dengan kiat ini siswa mulai bersemangat, khususnya ditingkat kelas terakhir kls XII,” tutur Drs.Arfah yang sebelumnya bertugas di Bumi Lasinrang KabupatenPinrang.
Menyinggung soal kualitas untuk tahun ajaran 2021/2022, dirinya tetap optimis akan mencapai sesuai target yang dicanangkan kurikulum.”Kita tunggu hasilnya namun kami yakin tidak jauh beda semasa normal, ungkapnya.
Diakhir perbincangan, alumni IKIP ( baca UNM) menandaskan dengan doa, agar Tuhan mengangkat musibah ini yang merupakan ujian ini pada hambanya, hingga situasi bidang pendidikan kembali segar dan mencapai target sesuai penggarisan program pusat.(red)
WAPEMRED : Ahmadi Haruna
Langsung ke konten














