Ket.Gambar : Kapolri Jenferal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pemdagangan Muh Lutfi memberi keterangan pers di Mabes Polri.(sc)
——————————————————-
MEDIAKTUAL.COM – JAKARTA :
“Minyak goreng (Migor), aneh rasanya kok bisa hilang, kalaupun ada harganya selangit. Usut punya ternyata ditimbun. Oleh siapa, konon oleh tujuh konglomerat tambun”.
Sepenggal lirik lagu Iwan Fals ini, tak cuma menyentil pihak-pihak berkompeten tetapi juga amat memiriskan hati rakyat kecil terutama kaum emak-emak yang setiap saat kelimpungan hanya untuk membeli minyak goreng.
Tak ingin membiarkan jeritan masyarakat terus menerus terngiang, nembuat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengambil langkah cepat untuk menyikapinya.
Secara tegas, kapolri mewarning dan menginstruksikan seluruh Kapolda dan jajarannya memastikan ketersediaan minyak goreng untuk masyarakat di pasar tradisional maupun pasar modern.
“Yang paling penting harus dipastikan rekan-rekan mulai hari ini, besok sampai dengan minggu depan minyak goreng harus ada di lapangan. Baik di pasar modern maupun pasar tradisional. Tolong betul-betul diawasi,” pinta Sigit, saat mengfelar dalam video conference bersama Menteri Perdagangan Muhamnad Lutfi, yang diikuti seluruh Kapolda dan Kapolres, berlangsung di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/3/2022).
Sigit mengungkapkan berdasarkan data yang dipaparkan oleh Menteri Perdagangan, stok kebutuhan minyak goreng untuk dalam negeri dalam keadaan aman.
Makanya, kata dia, untuk memastikan terjaminnya ketersediaan minyak goreng dalam negeri, pihaknya meminta seluruh Kapolda dan Kapolres untuk mencegah terjadinya potensi-potensi pelanggaran yang dilakukan oleh para pihak.
“Indikasi pelanggaran terkait apakah kewajibannya betul-betul sudah disalurkan ke produsen atau hanya sekadar dokumennya saja. Tolong dipastikan untuk dipantau. Kita memastikan produsen minyak goreng sudah produksi sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat” tegas mantan Kabareskrim Polri itu.
Sigit mengingatkan adanya celah pelanggaran terkait dengan disparitas harga dalam penjualan di pasar internasional.
Sekain itu, sebutnya, ada indikasi pelanggaran aliran minyak sawit mentah atau CPO yang seharusnya disalurkan untuk kebutuhan rumah tangga, namun justru digeser ke pasar industri, karena adanya selisih harga yang cukup tinggi.
“Bagaimana kemudian stok yang ada akan diusahakan untuk ditahan atau mengambil margin dengan selisih harga. Ini juga tolong rekan-rekan nanti perhatikan,” bebernya.
Kapolri ‘mengultimatum’ para Kasatwil untuk melakukan pengawasan ketat kepada pihak produsen dan distributor untuk memastikan melakukan penyaluran sesuai dengan tujuannya.
“Kapolda dan jajarannya harus melakukan pengawasan ketat di pelabuhan, jalur-jalur perbatasan, hingga jalur darat untuk mencegah adanya pelanggaran dari produsen yang mencoba bermain-main untuk melakukan ekspor CPO dan turunannya secara diam-diam,” pinta Sigit.
Dikatakan, Kementerian Perdagangan telah membuat kebijakan terkait dengan perusahaan untuk melakukan ekspor.
Pasalnya, mereka harus menyelesaikan kewajibannya soal domestic market obligation atau DMO.
“Pastikan cek dengan dinas perdagangan dan satgas untuk koordinasi terkait dengan adanya potensi barang dilarikan ke luar. Karena itu, lakukan pengawasan proses distribusi di dalam maupun luar negeri melalui jalur-jalur yang digunakan,” harap Kapolri.

Secara khusus, imbuh perwira tinggi penyandang empat bintang dipundak itu, para Kasatwil juga harus melakukan pengawasan dalam hal penyaluran.
“Jadi ini tolong dicek semua. Agar kita tahu masalahnya di mana. Sehingga di situ kita bisa melakukan penegakan aturan apabila memang itu diperlukan. Jangan sampai ada kecurangan. Mohon rekan-rekan ambil langkah di lapangan. Lakukan langkah-langkah, koordinasi dengan satgas,” harapnya.
Kapolri pun meminta para Kapolda, untuk melllibatkan ekan-rekan yang lain selain satgas untuk mengawasi pelabuhan, perbatasan, dan jalur distribusi lainnya.
Dengan cara itu, tegasnya, pengawasan akan menjadi lebih kuat.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi meminta kepada Kapolri untuk memastikan tidak adanya pihak distributor yang menahan stok minyak goreng.
Juga berharap, polisi dapat mencegah adanya pengiriman minyak goreng yang tidak resmi ke luar negeri.
Mendag Lutfi berjanji, siap melakukan koordinasi dan kerjasama dengan seluruh jajaran kepolisian di seluruh wilayah Indonesia, guna memastikan kebutuhan minyak goreng masyarakat terpenuhi.
“Saya mohon bantuan untuk koordinasi sama-sama. Saya yakin ini harus kita sukseskan, kepentingan kita semua. Saya mohon Pak Kapolri koordinasi. Terima kasih Bapak-Ibu mudah-mudahan kita bisa kerja sama. Setidaknya jelang puasa atau Ramadan kita bisa khusuk ibadah Ramadan dan sampai Lebaran aman, tenteram dan semua terjangkau dan terkoordinasi dengan baik,” tutur Muhammad Lutfi.(mtc/red)
PEWARTA : Mat Rani – Inding – Rul Pawa – Samjaya
EDITOR : Mustafa
Langsung ke konten














