banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
NASIONAL & MANCANEGARA

Sengkarut Limbah HNI Bantaeng

111
banner 970x250 banner 970x250

——————————————————

banner 468x60

Komisi IV DPR RI Minta Data Kebermanfaatan KIBA

MEDIAKTUAL.COM – BANTAENG :

Terlepas kehadiran PT.Huadi Nickel-Alloy Indonesia (HNI) yang berada di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) memberi manfaat besar bagi kehidupan masyarakat, namun disisi lain perusahaan industri pengolahan smelter inipun memberi dampak buruk terkait persoalan limbah.

Bagaimana menyikapi limbah dan solusi terbaik mesti dilakukan, itulah  yang menjadi sasaran dan fokus bahasan dalam kunjungan reses Komisi IV DPR RI di daerah berjuluk Butta Toa, Sabtu 19 Februari 2022.

Menyambangi.langsung area PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia di Dusun Mawang Desa Papanloe Kecamatan Pajukukang Bantaeng, para Legislator Senayan itu ingin memastikan langsung bagaimana sengkarut limbah yang selama ini menuai sorotan.

Kunjungan Komisi IV DPR RI tersebut, mendapat penjelasan singkat dari Bupati Bantaeng H. Ilham Syah Azikin.

Dikatakan, PT Huadi merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).

Bupati penyandang gelar ‘Doktor’ Pemerintahan ini berharap, adanya masukan dari DPR RI ihwal tata kelola dan kebermanfaatan KIBA, khususnya PT Huadi bagi masyarakat Bantaeng.

“Agendanya fokus peninjauan KIBA khususnya di PT Huadi. Kami laporkan bahwa PT Huadi adalah industri smelter yang telah beroperasi dua tahun di Bantaeng. Ini (PT Huadi) adalah salah satu tenan yang ada di KIBA. Dan KIBA masuk Proyek Strategis Nasional,” sebut Ilham Azikin.

Menurutnya, kunjungan Komisi IV DPR RI ke Bantaeng adalah sebuah kehormatan bagi daerah.

“Menjadi suatu kehormatan, tentunya kita butuh arahan dan petunjuk, sehingga tata kelola bisa sebaik mungkin. Sehingga Memberi kebermanfaatan, bukan hanya di Bantaeng, tetapi juga masyarakat di Sulsel,” pungkas bupati, yang juga Ketua IKAPTK Provinsi Sulsel itu.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Rusdi Masse (RMS) memimta, persoalan limbah ini disikapi secara bersama dan menemukan solusi terbaik.

“Mudah-mudahan pertemuan ini bisa hasilkan solusi dan supaya tetap berjalan dengan baik,” harap mantan Bupati Sidrap dua periode itu.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI DR.H. Azikin Solthan, M.Si,  mewarning agar pihak PT Huadi memperhatikan segala aspek dalam beroperasi.

Diakui, perusahaan smelter ini secara tidak langsung membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Namun di aspek lain,  tegas Anggota Fraksi Gerindra, juga ingin agar dampak negatif bagi masyarakat dikurangi atau bahkan dicegah.

Kunjungan reses ini, dihadiri rombongan Komisi IV DPR RI, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sertaperwakilan Kementerian Pertanian (Kementan).

Turut hadir, unsur forkopimda Bantaeng, OPD terkait, Legislator Partai Gerindra Misbahuddin Basri, dan pengurus NasDem Bantaeng.

KOMISI IV DPR RI EKSEKUSI LAPORAN MASYARAKAT

Rusdi Masse menegaskan bahwa Kunjungan ini fokus pada persoalan limbah sesuai laporan masyarakat.

“Adanya aduan masyarakat, terkait aroma, ini mengganggu, kawasan ini memang berdekatan dengan pemukiman. Sehingga kami turun langsung. Rekomendasinya seperti apa, makanya kami butuh ngecek di lapangan dan diskusi,” kata Rusdi Masse.

Komisi IV juga meminta data dari PT Huadi terkait kebermanfaatan hadirnya perusahaan itu. Termasuk data hasil pemantauan KLHK dan pemerintah setempat.

“Data PT Huadi terkait kebermanfaatan segera dikirimkan sebelum masuk masa sidang reses,” tegasnya.

Azikin Solthan juga menyorot limbah slag yang ada di dekat pemukiman dan jalan raya.

Menurutnya, limbah yang sudah menggunung tersebut berbahaya jika tidak ditangani secepatnya.

“Sudah banyak surat yang masuk terkait permasalahan ini sehingga kita datang untuk melakukan peninjauan. Seperti limbah slag yang menggunung, itu berbahaya, ditakutkan jika longsor dapat membahayakan masyarakat pengguna jalan. Termasuk laporan soal kesehatan masyarakat. Itu harus ditangani,” jelas Azikin Solthan.

PEMANFAATAN LIMBAH SLAG

Pihak PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia, Lily mengaku bahwa limbah slag itu bisa dimanfaatkan UMKM, khususnya bagi pengerajin batu.

Seperti diketahui, di Pajukukang sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai pembuat batu merah dan batako.

Sehingga lewat MoU itu, limbah slag yang telah menggunung itu bisa dimanfaatkan menjadi bahan baku batu ringan untuk konstruksi bangunan.

“Kita sudah kerja sama dengan UMKM untuk kelola slag ini jadi batako, atau pelapis jalan. Kami harap bahwa ini adalah peluang bagi UMKM yang ada. Bahwa di sekitar kami banyak pengerajin batu. Ini (slag) bisa dimanfaatkan,” kata Lily. (r/pemred)

banner 970x250 banner 970x250