banner 970x250
banner 970x250 banner 325x300
DAERAH

Kades Bontoloe Diberhentikan, Warga Berontak ?

64
banner 970x250 banner 970x250

MEDIAKTUAL.COM – TAKALAR :

banner 468x60

Tak terima kadesnya diberhentikan, ratusan warga Desa Bontoloe tolak kebijakan bupati takalar

Peristiwa adu mulut, dan bersitegang, antara warga, dan pihak pemerintah terkait, dalam hal ini Kepala Pemerintahan Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar, Yusuf Naba menerima ratusan warga yang aksi unjuk rasa, dilakukan oleh warga Desa Bontoloe.(Kamis,6/1/2022)

Aksi unjuk rasa warga, yang menolak keras pemberhentian sementara kepada Kepala Desa Terpilih, yaitu Kades Bontoloe yang dikeluarkan Bapak Bupati Takalar Syamsari Kitta.

Salah satu warga, saat dimintai keterangannya, Kadri Hasyim mengatakan, bahwa aksi ini adalah aksi spontanitas warga atas penolakan kebijakan Bupati Takalar terhadap Kades Terpilih, Haji Amir Guliling Daeng Tayang, SE MM.

“Yang memberhentikan sementara sedangkan baru seminggu sudah dilantik langsung diberhentikan, tegas Kadri.

“Amanah masyarakat Bontoloe, belum dilaksanakannya eh, sudah diberhentikan. Ada apa dengan Bupati Takalar,” sorot Kadri dengan nada tany.

Dikatakan, apa yang dilakukan, Haji Amir Guliling Daeng Tayang tidaklah melanggar, karena usulan penggantian perangkat desa itu dilakukan, sebelum surat edaran Bupati Takalar dikeluarkan.

Anehnya lagi, kata Kadri surat edaran itu pun dikeluarkan, tidak dicantumkan hari dan tanggal diterbitkannya.

“Kami menduga, sangat sarat dengan unsur pemetaan politik dalam kebijakan ini, namun Saya selaku warga masyarakat sangat tidak terima atas apa keputusan atau pun kebijakan yang diambil oleh Bupati Takalar, dimana kami baru saja merayakan euporia atas kemenangan warga Desa Bontoloe dengan terpilihnya Kepala Desa yang baru, dan dilantik sepekan yang lalu, kenyataan kami tak bisa merasakan awal kepemimpinannya karena diberhentikan sementara,” tegasnya kesal.

Sungguh ironis dan aneh bin ajaib kebijakan Bupati Takalar ini, berharap mewakili warga Desa Bontoloe, dengan dasar pembinaan dan evaluasi, ini tidaklah berdasar.

Bagaimana tidak baru mau bekerja untuk rakyat, sudah diberhentikan sementara, dan jangka waktu sementara ini juga tidak ada.

“Disisi lain, memilih Kades baru untuk perubahan Desa yang lebih baik, malah diperlakukan seperti ini. Kami berfikir, Bupati Takalar telah menciderai demokrasi di Kabupaten Takalar,” ucap Kadri.

Ratusan warga itu pun, menegaskan aksi protes ini akan terus berlanjut, apabila tuntutan dan penolakan kami tidak ditindak lanjuti oleh Bupati Takalar Syamsari Kitta.

“Kami akan terus melakukan penolakan dengan apa yang dilakukan terhadap Kepala Desa terpilih kebanggaan kami,” tukas Kadri.(Hamsar/red)

KORLIP : Darla

banner 970x250 banner 970x250